Fatmawati
STKIP Amal Bakti, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis IPAS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar Dina Syalbillah Nst; Fatmawati; Syahrina Anisa Pulungan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1222

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar. Namun, pembelajaran IPAS masih sering menggunakan bahan ajar yang belum sepenuhnya memfasilitasi aktivitas pengamatan, analisis, dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis IPAS pada materi perubahan wujud benda serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas III SDN 056012 Suka Jadi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli, angket respons siswa, serta tes pretest-posttest. Data dianalisis melalui persentase kelayakan, kepraktisan, dan uji peningkatan menggunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memperoleh validasi ahli materi sebesar 96,9% dengan kategori sangat layak, validasi ahli bahasa sebesar 95,8% dengan kategori sangat layak, dan validasi ahli desain/media sebesar 78,6% dengan kategori layak. Respons siswa terhadap LKPD memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat praktis. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari rata-rata pretest 50,50 menjadi posttest 85,25 dengan nilai N-gain sebesar 0,71 kategori tinggi. Dengan demikian, LKPD berbasis IPAS yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Terhadap Sosial Emosional Anak Kelas V SD Negeri 064998 Medan Marelan M. Izhar; Fatmawati; Yusrizal
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan tradisional engklek terhadap perkembangan sosial emosional peserta didik kelas V SD Negeri 064998 Medan Marelan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 50 peserta didik yang terdiri atas 25 peserta didik pada kelas eksperimen dan 25 peserta didik pada kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket sosial emosional yang mengukur kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, dan pengendalian emosi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor sosial emosional kelas eksperimen meningkat dari 64,50 pada pretest menjadi 86,17 pada posttest, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 78,40 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi pretest sebesar 0,078 dan posttest sebesar 0,191, sedangkan uji homogenitas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,074 pada pretest dan 0,207 pada posttest, sehingga data memenuhi asumsi analisis parametrik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional engklek mampu meningkatkan kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, dan pengendalian emosi peserta didik melalui aktivitas belajar yang melibatkan interaksi langsung dengan teman sebaya. Dengan demikian, permainan tradisional engklek dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan sosial emosional sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal di sekolah dasar.