Tasya Aspiranti
Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kinerja Rantai Pasok Poliester Metode SCOR di Indorama Synthetics Luthfi Maulana Fadila; Tasya Aspiranti; Umari Abdurrahim Abi Anwar
Bandung Conference Series: Business and Management 743-750
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.23810

Abstract

Abstract. This research is motivated by the high volume of defective products in polyester yarn production at PT Indo-Rama Synthetics Tbk, averaging 1,820,340 kg per month, coupled with the absence of an integrated supply chain performance measurement. This study aims to analyze supply chain management performance using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) method to evaluate operational efficiency and identify areas for improvement. The analytical results reveal that the Cash-to-Cash Cycle metric falls into the Superior category with an achievement of -72 days. However, a significant performance gap of 11.3% was identified in the Cost of Goods Sold (COGS) indicator, where the actual value of 95.7% exceeded the ideal target of 84.4%. The findings also indicate a high frequency of delivery delays and product damage caused by machine malfunctions. It is concluded that while cash flow management is performing excellently, the company must undertake massive production cost efficiencies. This study recommends implementing preventive machine maintenance to minimize downtime, reduce defect rates, and sustainably optimize the supply chain. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume produk cacat pada produksi benang poliester di PT Indo-Rama Synthetics Tbk yang mencapai rata-rata 1.820.340 kg per bulan, serta belum adanya pengukuran kinerja rantai pasok secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja manajemen rantai pasokan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) guna mengevaluasi efisiensi operasional dan mengidentifikasi area perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa metrik Cash-to-Cash Cycle berada pada kategori Superior dengan capaian -72 hari. Namun, ditemukan kesenjangan kinerja (performance gap) yang signifikan pada indikator Cost of Goods Sold (COGS) sebesar 11,3%, di mana nilai aktual sebesar 95,7% melampaui target ideal 84,4%. Temuan juga mengindikasikan tingginya frekuensi keterlambatan pengiriman dan kerusakan produk akibat kegagalan fungsi mesin. Disimpulkan bahwa, kendati tata kelola arus kas berjalan sangat baik, perusahaan harus melakukan efisiensi biaya produksi secara masif. Penelitian ini merekomendasikan implementasi pemeliharaan mesin preventif (preventive maintenance) guna meminimalisasi downtime, menekan tingkat kecacatan, dan mengoptimalkan rantai pasok secara berkelanjutan.
Analisis Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Klasifikasi Always Better Control (ABC) dan Metode Economic Order Quantity (EOQ) pada Produk Peralatan Konstruksi (Studi Kasus Pada PT.XYZ) Tiana Khiswatul Ismaiyah; Tasya Aspiranti; Umari Abdurrahim Abi Anwar
Bandung Conference Series: Business and Management 851-860
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.25443

Abstract

Abstract. PT XYZ is a construction equipment rental company that determines procurement quantities based on inventory conditions and customer demand. This study aims to analyze inventory control and determine item priorities and economical procurement quantities. The methods used were ABC analysis and a modified Economic Order Quantity (EOQ), with data collected through observation, interviews, and documentation. The ABC analysis classified Fixed Clamps as category A, 2-Meter Pipes as category B, and 2-Meter Asibas as category C. Meanwhile, the modified EOQ calculation resulted in economical procurement quantities of 3,922 Fixed Clamps, 2,007 units of 2-Meter Pipes, and 927 units of 2-Meter Asibas. ABC analysis can be used to determine inventory control priorities, while the modified EOQ provides a reference for procurement quantities after the need for additional items has been identified. The application of both methods is expected to support more systematic inventory control at PT XYZ while considering item availability, item condition, and rental demand. Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan penyewaan peralatan konstruksi yang menentukan jumlah pengadaan berdasarkan kondisi persediaan dan permintaan penyewa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan serta menentukan prioritas barang dan jumlah pengadaan yang ekonomis. Metode yang digunakan adalah analisis ABC dan Economic Order Quantity (EOQ) modifikasi dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis ABC menunjukkan bahwa Clamp Mati termasuk kategori A, Pipa 2 M kategori B, dan Asiba 2 M kategori C. Sementara itu, perhitungan EOQ modifikasi menghasilkan jumlah pengadaan ekonomis sebanyak 3.922 unit Clamp Mati, 2.007 unit Pipa 2 M, dan 927 unit Asiba 2 M. Analisis ABC dapat digunakan untuk menentukan prioritas pengendalian, sedangkan EOQ modifikasi menjadi acuan jumlah pengadaan setelah kebutuhan penambahan barang diketahui. Penerapan kedua metode tersebut diharapkan dapat membantu PT XYZ melakukan pengendalian persediaan secara lebih terukur dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan, kondisi barang, dan permintaan penyewaan.
Penerapan DRP Kaporit X CV ABC Muhammad Saladin Alfazri; Tasya Aspiranti; Umari Abdurrahim Abi Anwar
Bandung Conference Series: Business and Management 985-992
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26005

Abstract

Abstract.This research is motivated by the reactive distribution system at CV ABC, which causes the remaining inventory of Kaporit X to frequently reach zero, creating a high risk of stockouts. The purpose of this study is to develop a time-phased distribution plan to stabilize product availability. The method used is descriptive quantitative through the Distribution Requirements Planning (DRP) approach. The data collected is primary historical data in the form of actual daily demand during the January-December 2024 period, with a lead time parameter of 3 days and a safety stock of 14 units. The ordering policy uses the Lot-for-Lot (LFL) method. The results show that the application of DRP can transform the distribution pattern into a structured and proactive one. The planned order release schedule can be determined systematically following demand fluctuations, ensuring all net requirements are met on time. The projected on-hand inventory was successfully maintained stably at the safe limit of 14 units at the end of each period. In conclusion, the DRP method is proven effective in preventing stockouts and providing full control over the ordering schedule of Kaporit X at CV ABC. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sistem distribusi reaktif pada CV ABC yang menyebabkan sisa persediaan Kaporit X sering mencapai nol, sehingga berisiko tinggi mengalami kekurangan persediaan (stockout). Tujuan penelitian ini adalah menyusun perencanaan distribusi secara time-phased guna menstabilkan ketersediaan produk. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui pendekatan Distribution Requirements Planning (DRP). Data yang dikumpulkan merupakan data historis berupa permintaan aktual harian selama periode Januari-Desember 2024, dengan parameter lead time 3 hari dan safety stock 14 unit. Kebijakan pemesanan menggunakan metode Lot-for-Lot (LFL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DRP mampu mengubah pola distribusi menjadi terstruktur dan proaktif. Jadwal pelepasan pesanan (planned order release) dapat ditentukan secara sistematis mengikuti fluktuasi permintaan, sehingga seluruh kebutuhan bersih (net requirements) terpenuhi tepat waktu. Proyeksi persediaan (projected on-hand) berhasil dipertahankan stabil pada batas aman minimum sebesar 14 unit di setiap akhir periode. Kesimpulannya, metode DRP terbukti efektif mencegah stockout dan memberikan kendali penuh terhadap penjadwalan pemesanan Kaporit X di CV ABC.  
Pengendalian Persediaan Daging Sapi Menggunakan Metode Economic Order Quantity Muhammad Taqi Zaidan; Tasya Aspiranti; Umari Abdurrahim Abi Anwar
Bandung Conference Series: Business and Management 1219-1228
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26185

Abstract

Abstract. Inventory management of raw materials is a crucial aspect in maintaining the smooth operation of a company, especially in businesses engaged in beef distribution. In practice, CV Sumber Redjeki still applies a simple method based on the owner's estimation, which may lead to an imbalance between overstock and stock shortages. This study aims to analyze the control of beef inventory using the Economic Order Quantity (EOQ) method to determine the optimal order quantity and minimize total inventory costs. The research uses a quantitative method with a descriptive case-study approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the EOQ method by calculating ordering cost, holding cost, optimal order quantity, order frequency, safety stock, and reorder point. The results show that the optimal order quantity is 10,221.74 kg with an ordering frequency of 14 times per year. The total inventory cost using the EOQ method is Rp4,799,214.65, lower than the company's current policy cost of Rp4,899,256.92, resulting in an efficiency gain of 2.04%. The implementation of the EOQ method is proven to improve the efficiency of inventory control at CV Sumber Redjeki compared to the conventional method, so the company is recommended to adopt a more systematic approach in managing its inventory. Abstrak. Pengelolaan persediaan bahan baku merupakan aspek penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan, khususnya pada usaha yang bergerak di bidang distribusi daging sapi. CV Sumber Redjeki dalam praktiknya masih menggunakan metode sederhana berdasarkan perkiraan pemilik, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara kelebihan dan kekurangan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan daging sapi menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) guna memperoleh jumlah pemesanan yang optimal dan biaya persediaan yang minimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode EOQ dengan menghitung biaya pemesanan, biaya penyimpanan, jumlah pemesanan optimal, frekuensi pemesanan, safety stock, serta reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemesanan ekonomis sebesar 10.221,74 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 14 kali per tahun. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp4.799.214,65 lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebesar Rp4.899.256,92, sehingga menghasilkan efisiensi sebesar 2,04%. Penerapan metode EOQ terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan pada CV Sumber Redjeki dibandingkan metode konvensional, sehingga perusahaan disarankan untuk menerapkan perhitungan yang lebih sistematis dalam pengelolaan persediaannya.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Kentang Goreng Idaho Menggunakan Metode SQC Syakira Sauma Melfiyani; Rabiatul Adwiyah; Tasya Aspiranti
Bandung Conference Series: Business and Management 1255-1262
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26337

Abstract

Abstract.Quality control is an essential aspect of maintaining product quality and minimizing defective products. CV Permata Sejahtera, a company producing Idaho Frozen French Fries, still encounters several types of defects that may affect product quality. This study aims to analyze the quality control of Idaho Frozen French Fries using the Statistical Quality Control (SQC) method and to identify the factors causing product defects. This research employed a descriptive method with a quantitative approach. The data were collected through observation, interviews, and documentation over a 31-day observation period. The analysis was conducted using seven Statistical Quality Control (SQC) tools, namely check sheets, histograms, Pareto diagrams, scatter diagrams, p-control charts (p-charts), and fishbone (cause-and-effect) diagrams. The results indicate that there are three main types of defects, namely non-standard potato size, packaging defects, and damaged potatoes. The most dominant defect was packaging defects, with a total of 1,011 pieces recorded during the 31-day observation period. The results of the p-control chart analysis indicate that the production process remained within statistical control limits, while the fishbone analysis revealed that the main causes of defects were related to manpower, methods, materials, machines, and the working environment. Based on the findings, the implementation of the Statistical Quality Control (SQC) method can assist the company in identifying the root causes of product defects and serve as a basis for continuous quality improvement. Abstrak.Pengendalian kualitas merupakan aspek penting dalam menjaga mutu produk dan meminimalkan terjadinya produk gagal. CV Permata Sejahtera sebagai perusahaan yang memproduksi Kentang Goreng Idaho masih menghadapi beberapa jenis cacat yang dapat memengaruhi kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk Kentang Goreng Idaho menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya produk gagal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama 31 hari pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan tujuh alat pengendalian kualitas SQC, yaitu check sheet, histogram, diagram Pareto, diagram pencar (scatter diagram), peta kendali p (p-chart), dan diagram sebab-akibat (fishbone diagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis cacat utama, yaitu ukuran kentang tidak sesuai standar, cacat kemasan, dan kentang rusak. Jenis cacat yang paling dominan adalah kemasan gagal dengan jumlah sebesar 1011 Pcs selama 31 hari pengamatan. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses produksi masih berada dalam batas kendali statistik, sedangkan analisis fishbone menunjukkan bahwa penyebab utama cacat berasal dari faktor manusia, metode, material, mesin, dan lingkungan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penerapan metode SQC dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi penyebab produk gagal serta menjadi dasar dalam upaya peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.
Analisis Kualitas Pelayanan Menggunakan SERVQUAL dan IPA di Klinik Pratama Tata Sehat Wina Sonia; Tasya Aspiranti; Rabiatul Adwiyah
Bandung Conference Series: Business and Management 1059-1066
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26182

Abstract

Abstract: This study aims to analyze service quality using the Service Quality (SERVQUAL) method, Adiitionally, it seeks to identify the gap between patient perceptions and expectations and to determine areas requiring improvement using the Importance Performance Analysis (IPA) method at Tata Sehat Primary Clinic. A quantitative descriptive approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to 100 patients at the clinic. The analysis utilized the SERVQUAL method based on the five service quality dimensions of Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy and the IPA method to priorities for service improvement. The research results indicate that all SERVQUAL dimensions show negative gap values, meaning the service provided does not yet fully meet patient expectations. The overall gap value is -0.895, with an average perception score of 3.779 and an average expectation score of 4.674. IPA results show that the attributes requiring priority improvement are the cleanliness of the waiting area, service rooms, and restrooms, as well as the availability of supporting facilities such as waiting chairs, parking spaces, and places of worship. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kesenjangan (gap) antara persepsi dan harapan pasien, serta menentukan hal-hal yang perlu diperbaiki dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) pada Klinik Pratama Tata Sehat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 100 pasien di Klinik Pratama Tata Sehat. Analisis dilakukan menggunakan metode SERVQUAL berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, serta metode IPA untuk menentukan apa yang perlu diperhatikan dalam perbaikan pelayanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi SERVQUAL memiliki nilai gap negatif, yang berarti bahwa layanan yang diberikan masih belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan pasien. Nilai gap keseluruhan sebesar -0,895 dengan rata-rata persepsi sebesar 3,779 dan rata-rata harapan sebesar 4,674. Hasil IPA menunjukkan bahwa atribut yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki adalah kebersihan ruang tunggu, ruang pelayanan, dan toilet serta ketersediaan fasilitas pendukung seperti kursi tunggu, tempat parkir, dan tempat ibadah.