Rabiatul Adwiyah
Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kualitas Pelayanan Menggunakan SERVQUAL dan IPA Survei pada Pasien RSMB Dita Aulia Pramesti; Muhardi Muhardi; Rabiatul Adwiyah
Bandung Conference Series: Business and Management 1043-1050
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.25983

Abstract

Abstract. This Study Aims To Analyze Service Quality, Identify The Gap Between Patients' Expectations And Perceptions, And Determine The Service Attributes That Should Be Prioritized For Improvement At Muhammadiyah Bandung Hospital Using The Service Quality (SERVQUAL) And Importance Performance Analysis (IPA) Methods. This Research Employed A Quantitative Approach With A Survey Method Involving 100 Outpatients From The Internal Medicine And Neurology Clinics. Data Were Collected Through A Four-Point Likert Scale Questionnaire And Analyzed Using Validity Testing, Reliability Testing, SERVQUAL Analysis, And IPA. The Findings Indicate That All SERVQUAL Dimensions Have Negative Gap Values, With An Overall Average Gap Of –0.589, Indicating That The Quality Of Services Provided Has Not Fully Met Patients' Expectations. The IPA Results Reveal That The Main Priorities For Improvement Are The Cleanliness And Comfort Of Waiting And Examination Rooms, The Adequacy Of Hospital Facilities, And The Genuine Attention Provided By Medical Staff To Patients. Therefore, Muhammadiyah Bandung Hospital Should Prioritize Improvements In These Service Attributes To Enhance Service Quality And Increase Patient Satisfaction. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan, mengidentifikasi kesenjangan antara harapan dan persepsi pasien, serta menentukan atribut pelayanan yang menjadi prioritas perbaikan di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL) dan Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 pasien rawat jalan pada Poli Penyakit Dalam dan Poli Saraf. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert empat poin, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis SERVQUAL, dan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL memiliki nilai gap negatif dengan rata-rata gap keseluruhan sebesar -0,589, yang mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan belum mampu memenuhi harapan pasien. Analisis IPA menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan meliputi kebersihan dan kenyamanan ruang tunggu serta ruang pemeriksaan, kelengkapan fasilitas rumah sakit, dan perhatian tenaga medis kepada pasien. Dengan demikian, Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung perlu memfokuskan upaya perbaikan pada atribut-atribut tersebut agar kualitas pelayanan sesuai dengan harapan pasien dan kepuasan pasien dapat meningkat.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Kentang Goreng Idaho Menggunakan Metode SQC Syakira Sauma Melfiyani; Rabiatul Adwiyah; Tasya Aspiranti
Bandung Conference Series: Business and Management 1255-1262
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26337

Abstract

Abstract.Quality control is an essential aspect of maintaining product quality and minimizing defective products. CV Permata Sejahtera, a company producing Idaho Frozen French Fries, still encounters several types of defects that may affect product quality. This study aims to analyze the quality control of Idaho Frozen French Fries using the Statistical Quality Control (SQC) method and to identify the factors causing product defects. This research employed a descriptive method with a quantitative approach. The data were collected through observation, interviews, and documentation over a 31-day observation period. The analysis was conducted using seven Statistical Quality Control (SQC) tools, namely check sheets, histograms, Pareto diagrams, scatter diagrams, p-control charts (p-charts), and fishbone (cause-and-effect) diagrams. The results indicate that there are three main types of defects, namely non-standard potato size, packaging defects, and damaged potatoes. The most dominant defect was packaging defects, with a total of 1,011 pieces recorded during the 31-day observation period. The results of the p-control chart analysis indicate that the production process remained within statistical control limits, while the fishbone analysis revealed that the main causes of defects were related to manpower, methods, materials, machines, and the working environment. Based on the findings, the implementation of the Statistical Quality Control (SQC) method can assist the company in identifying the root causes of product defects and serve as a basis for continuous quality improvement. Abstrak.Pengendalian kualitas merupakan aspek penting dalam menjaga mutu produk dan meminimalkan terjadinya produk gagal. CV Permata Sejahtera sebagai perusahaan yang memproduksi Kentang Goreng Idaho masih menghadapi beberapa jenis cacat yang dapat memengaruhi kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk Kentang Goreng Idaho menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya produk gagal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama 31 hari pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan tujuh alat pengendalian kualitas SQC, yaitu check sheet, histogram, diagram Pareto, diagram pencar (scatter diagram), peta kendali p (p-chart), dan diagram sebab-akibat (fishbone diagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis cacat utama, yaitu ukuran kentang tidak sesuai standar, cacat kemasan, dan kentang rusak. Jenis cacat yang paling dominan adalah kemasan gagal dengan jumlah sebesar 1011 Pcs selama 31 hari pengamatan. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses produksi masih berada dalam batas kendali statistik, sedangkan analisis fishbone menunjukkan bahwa penyebab utama cacat berasal dari faktor manusia, metode, material, mesin, dan lingkungan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penerapan metode SQC dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi penyebab produk gagal serta menjadi dasar dalam upaya peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.
Analisis Kualitas Pelayanan Menggunakan SERVQUAL dan IPA di Klinik Pratama Tata Sehat Wina Sonia; Tasya Aspiranti; Rabiatul Adwiyah
Bandung Conference Series: Business and Management 1059-1066
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.26182

Abstract

Abstract: This study aims to analyze service quality using the Service Quality (SERVQUAL) method, Adiitionally, it seeks to identify the gap between patient perceptions and expectations and to determine areas requiring improvement using the Importance Performance Analysis (IPA) method at Tata Sehat Primary Clinic. A quantitative descriptive approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to 100 patients at the clinic. The analysis utilized the SERVQUAL method based on the five service quality dimensions of Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy and the IPA method to priorities for service improvement. The research results indicate that all SERVQUAL dimensions show negative gap values, meaning the service provided does not yet fully meet patient expectations. The overall gap value is -0.895, with an average perception score of 3.779 and an average expectation score of 4.674. IPA results show that the attributes requiring priority improvement are the cleanliness of the waiting area, service rooms, and restrooms, as well as the availability of supporting facilities such as waiting chairs, parking spaces, and places of worship. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kesenjangan (gap) antara persepsi dan harapan pasien, serta menentukan hal-hal yang perlu diperbaiki dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) pada Klinik Pratama Tata Sehat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 100 pasien di Klinik Pratama Tata Sehat. Analisis dilakukan menggunakan metode SERVQUAL berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy, serta metode IPA untuk menentukan apa yang perlu diperhatikan dalam perbaikan pelayanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi SERVQUAL memiliki nilai gap negatif, yang berarti bahwa layanan yang diberikan masih belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan pasien. Nilai gap keseluruhan sebesar -0,895 dengan rata-rata persepsi sebesar 3,779 dan rata-rata harapan sebesar 4,674. Hasil IPA menunjukkan bahwa atribut yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki adalah kebersihan ruang tunggu, ruang pelayanan, dan toilet serta ketersediaan fasilitas pendukung seperti kursi tunggu, tempat parkir, dan tempat ibadah.