Farid Hidayatulloh
Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis HRP Melalui Optimalisasi Talenta Internal Badan Layanan Umum Instansi XYZ Farid Hidayatulloh; Allya Roosallyn Assyofa; Aditia Wirayudha
Bandung Conference Series: Business and Management 835-842
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v6i2.25394

Abstract

Abstract. This study aims to analyze human resource planning and succession planning at the Institute XYZ. With the transformation of Institute XYZ into a Public Service Agency (BLU), an optimal human resource management strategy is needed to address operational vacancies amidst the centralization of the procurement system. The research method used was a qualitative case study approach. Data collection included interviews, observations, and document studies. The results indicate that Institute XYZ does not yet have an objective and structured employee mapping system, resulting in the filling of vacancies using additional assignment policies. Therefore, the researcher recommends the development of a more structured succession planning system, including the creation of a Nine-Box Matrix and the formation of an internal assessment team. With comprehensive succession planning, PT XYZ can optimize the potential of its internal human resources more effectively and professionally. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan sumber daya manusia dan perencanaan suksesi di Instansi XYZ. Dengan transformasi status Instansi XYZ menjadi Badan Layanan Umum (BLU), diperlukan adanya strategi pengelolaan sumber daya manusia yang optimal untuk mengatasi kekosongan jabatan operasional ditengah sentralisasi sistem pengadaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instansi XYZ belum memiliki sistem pemetaan pegawai yang objektif dan terstruktur, sehingga pengisian kekosongan jabatan dilakukan menggunakan kebijakan tambahan penugasan. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan penyusunan sistem perencanaan suksesi yang lebih terstruktur, serta pembuatan Matrix Sembilan Kotak dan pembentukan tim penilai internal. Dengan adanya perencanaan suksesi yang komprehensif, Instansi XYZ dapat mengoptimalkan potensi sumber daya manusia internalnya secara lebih efektif dan profesional.