Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Managing Innovation and Collaboration towards Sustainable Post-Mining Land Reclamation: Systematic Literature Review Muhardi Muhardi; Cici Cintyawati
Journal of Governance Volume 7 Issue 1: (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v7i1.14521

Abstract

Abstract: Post-mining land reclamation is getting more attention from many parties since it is perceived as a solution for creating more sustainable mining lands in Indonesia. Reclaiming mining land can reduce negative impacts and create more productive lands to generate more economic benefits. Collaboration and innovation from various parties such as the government, communities, private companies, and other stakeholders are needed to achieve this goal. This study explores data and information related to post-mining land reclamation alternatives by applying the concept of collaboration (co-creation) and innovation among stakeholders. The method used in this research is Systematic Literature Review. This method aims to review the relevant literature through a systematic process. There are 11 articles used as a source of literature review, which is grouped based on concepts and discussions following the topics raised in this study. The results of this study are a post-mining land reclamation idea and the concept of collaboration between the stakeholders to realize a sustainable post-mining land reclamation in Indonesia.Keywords: post-mining land; collaboration; innovation; sustainability
PENGARUH STRES KERJA DAN KUALITAS TERHADAP TURNOVER INTENTION PERAWAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Galih Nadhova Imana; Muhardi Muhardi
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v5i1.2117

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) caused by infection with severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-Cov-2) has been declared a pandemic since March 2020. COVID-19 has had an impact on increasing the workload and risk on nurses, thus affecting the level of stress and quality of life of nurses. The purpose of this study was to determine the effect of work stress and quality of life on nurses' turnover intention. This study used an observational analytic design with a cross-sectional design with proportional stratified random sampling of the population of inpatient nurses. The number of samples was 215 respondents using the WHOQOL-Brief Questionnaire and a validated questionnaire. The results showed that the average score of work stress was 3.40 (enough), the average quality of life score was 2.59 (low), and the average score was 3.44 (high). Partial analysis of the work stress variable has a significant and positive impact on turnover intention, while the quality of life variable has a significant and negative impact on turnover intention. Meanwhile, the simultaneous analysis shows that the variables of work stress and quality of life have an impact on turnover intention. This is because during the COVID-19 pandemic there was an increase in workload, work risk and anxiety from nurses. In addition, nurses experience rest disturbances, and a decrease in social activities so that this encourages nurses to leave their jobs during this COVID-19 period.
Analisis Pasar Perspektif Mahasiswa Baru Ditinjau dari Visi, Misi, Bauran Pemasaran, dan Citra Institusi Pendidikan Tinggi Muhardi Muhardi
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v9i2.998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya visi dan misi, aspek-aspek bauranpemasaran, dan citra sebagai aspek-aspek penilaian bagi masyarakat atau pasar sasaran (targetmarket) dalam memilih suatu institusi pendidikan tinggi. Data yang digunakan dalam penelitian inidikumpulkan melalui dua cara, yaitu data primer dan sekunder. Beberapa kesimpulan yang dapatdiambil dari hasil dan pembahasan penelitian ini sebagai berikut: (1) Visi dan misi yang dimiliki atauditawarkan merupakan salah satu aspek penilaian bagi masyarakat atau pasar sasaran (targetmarket) dalam memilih suatu institusi pendidikan tinggi, (2) Bauran pemasaran yang terdiri dari (a)program pendidikan yang ditawarkan, (b) biaya pendidikan, (c) promosi yang dilakukan, dan (d)lokasi institusi pendidikan tinggi, baik secara parsial maupun secara komprehensif merupakanaspek-aspek yang berkontribusi bagi masyarakat atau pasar sasaran dalam melakukan penilaianuntuk memilih suatu institusi pendidikan tinggi, (3) Dari keempat aspek bauran pemasaran tersebut,dua aspek yang menjadi alasan dominan bagi pasar sasaran untuk memilih institusi pendidikanyang diteliti ini, yaitu aspek lokasi dan program pendidikan yang ditawarkan, (4) Citra suatu institusipendidikan tinggi yang terbentuk menjadi salah satu alasan bagi masyarakat atau pasar sasarandalam memilih suatu institusi pendidikan tinggi.
ARUS KUNJUNGAN WISATAWAN DI KABUPATEN BELITUNG TIMUR DAN ASPEK PEMASARAN PARIWISATA Muhardi Muhardi
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v6i2.6549

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi pariwisata di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), arus kunjungan wisatawan baik domestic maupun asing berdasarkan time series, dan upaya yang perlu dilakukan Kabupaten Beltim dalam peningkatan arus wisatawan dilihat dari aspek pemasaran pariwisata. Selanjutnya dari hasil dan pembahasan penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Beltim sebagai suatu daerah kepulauan memiliki potensi pariwisata yang sagat besar. Salah satunya dapat dilihat dari banyaknya objek wisata di kabupaten Beltim ini, (2) Keberhasilan sektor wisata salah satunya terukur dari arus kunjungan wisatawan domestik yang dari tahun ke tahun memiliki kecenderungan meningkat. Kabupaten Beltim dengan objek wisatanya yang dimiliki serta alamnya tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik, tetapi juga bagi wisatawan asing. Walaupun arus kunjungan wisatawan asing dari tahun ke tahun juga meningkat, akan tetapi secara kuantitatip dinilai masih sangat rendah, dan (3) salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya meningkatkan arus kunjungan wisatawan umumnya dan khususnya wisatawan asing adalah dari sisi pemasaran pariwisata (tourism marketing). Untuk itu Kabupaten Beltim perlu membangun brand name bagi daerahnya, dan merumuskan marketing framework-nya. Kata kunci: Beltim, kunjungan wisatawan, pemasaran pariwisata.
ANALISIS SISTEM ANTRIAN LAYANAN TELLER MENGGUNAKAN MODEL MULTI CHANNEL-SINGLE PHASE (M/M/S) GUNA MEMINIMUMKAN BIAYA LAYANAN Muhammad Fahmi Ilman Sapriwa; Muhardi Muhardi; Eka Tresna Gumelar
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v17i2.7742

Abstract

ABSTRACT Bank Danamon Ahmad Yani Branch of Bandung City currently has 2 tellers serving customers every day where in 1 transaction in 30 minutes the teller has to complete 6 transactions. However, the fact is that the queuing system can take more than 10 minutes, due to the lack of teller facilities to serve customers. Some customers often complain about the length of service time and then make them bored and bored, especially at the time it coincides with the collection of salaries for employees around Bank Danamon Ahmad Yani Branch, both making cash withdrawals and cash storage. resulting in a decrease in the level of customer satisfaction towards Bank Danamon Ahmad Yani Branch. Based on this phenomenon, this study aims to recommend the addition of tellers at a certain time in order to minimize service costs by using the Multi Channel-Single Phase (M/M/s) model. Based on the analysis, the alternative queuing system with the addition of 3 tellers at certain hours and days can reduce the average waiting time and the expected cost of Rp. 3,204,130 to Rp. 2,795,370 with an efficiency level of 12.76%.Keyword: Queuing system, Service, M/M/s, Multi channel single phase.  ABSTRAK Bank Danamon Cabang Ahmad Yani Kota Bandung saat ini terdapat 2 teller yang melayani nasabah setiap harinya dimana dalam 1 transaksinya dalam 30 menit teller harus menyelesaikan sebanyak 6 transaksi. Namun fakta di lapangan sistem antrian bisa mencapai lebih dari 10 menit, karna hal tersebut kurangnya fasilitas teller yang melayani nasabah. Beberapa orang nasabah sering mengeluhkan lamanya waktu pelayanan tersebut lalu membuat mereka bosan dan jenuh terutama pada waktu yang bertepatan dengan pengambilan gaji karyawan sekitar Bank Danamon Cabang Ahmad Yani, baik itu melakukan penarikan tunai maupun stor tunai. sehingga mengakibatkan penurunan tingkat puasan nasabah terhadap Bank Danamon Cabang Ahmad Yani. Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini bertujuan untuk merekomendasikan penambahan teller pada waktu tertentu guna meminimumkan biaya layanan dengan menggunakan model Multi Channel-Single Phase (M/M/s). Berdasarkan hasil analisis, sistem antrian alternatif dengan penambahan 3 teller pada jam dan hari tertentu dapat membuat penurunan tingkat rata-rata waktu tunggu dan biaya expected cost dari Rp. 3.204.130 menjadi Rp. 2.795.370 dengan tingkat efesiensi sebesar 12,76%.Kata Kunci: Sistem antrian, Layanan, M/M/s, Multi channel single phase.
Sistem bagi risiko dan bagi hasil Pengelolaan pertanian komoditas padi Muhardi Muhardi
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v7i1.6550

Abstract

Penelitian sederhana ini ditujukan untuk mengetahui, (1) sistem pengelolaan pertanian komoditas padi ditinjau dari bagi risiko dan bagi hasil, (2) kemungkinan bagi hasil yang dapat diperoleh pemilik lahan dengan menggunakan sistem pengelolaan atau penggarapan lahan pertanian komoditas padi yang digunakan, (3) kemungkina bagi hasil yang dapat diperoleh petani penggarap dengan menggunakan sistem pengelolaan lahan pertanian komoditas padi yang digunakan, dan (4) upaya yang dilakukan untuk memperoleh bagi hasil yang optimal baik bagi pemilik lahan maupun petani penggarap. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa, (1) terdapat dua alternatif sistem yang umumnya digunakan dalam pengelolaan komoditas padi, yaitu sistem sewa dan sistem maro. Sistem sewa dilihat dari pemilik lahan menunjukkan adanya bagi risiko yang relatif rendah, karena tidak menanggung beban biaya penggarapan yang dilakukan, dan bagi hasil panen sudah tetap. Sedangkan bagi petani penggarap, risiko yang ditanggung cukup memadai dilihat dari biaya penggarapan yang ditanggung dan hasil yang relatif tidak pasti tergantung kemapuan di dalam mengelola garapan lahan tersebut. Di sisi lain, sistem maro dilihat dari pemilik lahan maupun petani penggarap sama-sama menanggung risiko biaya penggarapan. Demikian pula dengan bagi hasil dari panen yang akan diperoleh, baik bagi pemilik lahan maupun petani penggarap sama-sama menanggung risiko ketidakpastian, (2) umumnya berbagai kemungkinan hasil panen per 1400 m2 dapat dihasilkan dengan rentang minimal 4 kwintal gabah hingga maksimal dapat mencapai 9 kwintal. Selama hasil panen kurang dari 8 kwintal, maka akan memberikan bagi hasil yang lebih besar bagi pemilik lahan dengan menggunakan sistem sewa ketimbang sistem maro. Selanjutnya bagi hasil untuk pemilik lahan akan sama baik dengan menggunakan sistem sewa maupun sistem maro apabila dicapai hasil panen 8 kwintal. Akan tetapi pada saat hasil panen mencapai 9 kwintal, maka bagi hasil untuk pemilik lahan dengan sistem maro akan memberikan hasil yang lebih besar ketimbag dengan sistem sewa, (3) untuk petani penggarap, selama hasil panen kurag dari 8 kwintal, maka untuk petani penggarap akan memperoleh bagi hasil yang lebih besar dengan sistem maro ketimbang dengan sistem sewa. Sedangkan bagi hasil panen dapat mencapai 8 kwintal per 1400 m2. Namun demikian, pada saat hasil panen mencapai 9 kwintal maka sistem sewa akan dapat memberikan bagi hasil yang lebih besar bagi petani penggarap ketimbag dengan sistem maro, dan (4) bagi hasil optimal dapat dicapai tidak dominan ditentukan oleh sistem sewa ataupun lahan dengan cara atau metode yang sebaik-baiknya, sehingga hasil panen dapat lebih banyak yang pada gilirannya akan diperoleh bagi hasil yang optimal baik bagi pemilik lahan maupun petani penggarap. Kata Kunci: Sistem bagi risiko, bai hasil, pengelolaan pertanian komoditas padi.
SEKTOR PARIWISATA DAN INDUSTRI YANG RELEVAN SERTA JASA PENDUKUNGNYA (Studi Pemetaan di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur) Muhardi Muhardi
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i0.3050

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sektor pariwisata di Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur, dan mengetahui berbagai industri yang relevan atau terkait serta jasa-jasa pendukung sektor pariwisata. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, diketahui potensi pariwisata di daerah ini tidak hanya berupa wisata pantai, tetapi juga terdapat wisata hutan lindung pantai, wisata hutan raya, wisata agro, wisata sejarah, wisata bahari, wisata sastra, dan wisata buatan. Sebagai salah satu sektor unggulan daerah, sektor pariwisata di Kecamatan Gantung tidak terlepas dari adanya industri-industri terkait, dan ketersediaan jasa atau layanan pendukung pengembangan sektor pariwisata. Berbagai aspek lainnya yang juga menentukan keberhasilan sektor pariwisata diantaranya adalah ketersediaan infrastruktur baik fisik maupun non fisik, kesiapan sumber daya manusianya, serta ketersediaan teknologi informasi dan besarnya potensi sumber daya pariwisata guna mewujudkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan perekonomian daerah.
Pengaruh Psychological Distress Dan Beban Kerja Terhadap Work-Life Balance Perawat Di Pandemi-Covid-19 Zahra Nabila Latama; Muhardi Muhardi; Tasya Aspiranti
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v19i01.9717

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang dikarenakan Novel Coronavirus (2019-nCoV), yang menjadi pandemi di seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah mengubah kondisi bekerja di IGD RSUD Sumedang merupakan RS rujukan Covid-19 satu-satunya di kabupaten Sumedang. Perawat menjadi pekerjaan yang kerap terpapar penyakit serta infeksi. Distres psikologi dan beban kerja dapat mempengaruhi work-life balance. Tujuan riset adalah guna mengetahui pengaruh distres psikologi dan beban kerja terhadap work-life balance perawat IGD RSUD Sumedang di masa pandemi Covid-19. Metode riset yang dipakai yakni uji regresi linear berganda. Populasi riset ialah seluruh perawat IGD RSUD Sumedang yang menyetujui untuk ikut dalam penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh negatif Psychological Distress terhadap Work-life Balance dan terdapat pengaruh negatif Beban Kerja terhadap Work-life Balance. Selanjutnya didapatkan bahwa psychological distress dan beban kerja secara serentak dan signifikan mempengaruhi work-life balance perawat IGD RSUD Sumedang di masa pandemi Covid-19.
Pemetaan Usaha Mikro (Micro Business) Di Kabupaten Belitung Timur Muhardi Muhardi
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v8i2.6069

Abstract

Di berbagai daerah, keberadaan usaha mikro seringkali mendominasi di Kabupaten Belitung Timur. Dengan keberadaannya ini diharapkan usaha mikro dapat memberikan kontribusi yang berarti terhadap ekonomi masyarakat. Dalam upaya penguatan usaha mikro dibutuhkan peranan berbagai pihak terkait untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan usaha mikro, sehingga usaha ini menjadi lebih berdaya dan menjadi penopang kemajuan ekonomi masyarakat. Sebagai daerah wisata keberadaan usaha mikro di Kabupaten Belitung Timur dengan berbagai produk yang dihasilkannya, tentunya akan mendukung kemajuan ekonomi dan pembangunan daerahnya. Kata kunci : Pemetaan, Usaha Mikro
BUILDING PESANTREN ENTREPRENEURSHIP THROUGH INTERNAL INITIATIVE AND EXTERNAL DEVELOPMENT Muhardi Muhardi; Dedih Surana; Nandang Ihwanuddin; Handri Handri
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 10, No 1 (2021): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v10i1.8133

Abstract

The objective of this research is to analyze the role of internal initiative driven by pesantren leaders and external development provided by the government in building pesantren entrepreneurship. This research was conducted by utilizing a descriptive qualitative method, with a sample of 5 pesantrens in Garut Regency, Indonesia. The data obtained in this research was collected through focus group discussion (FGD) with a number of stakeholdrs as informant namely leaders of the 5 pesantrens taken as sample along with a couple of their students. Based on field study, we discovered that the success of pesantren in building entrepreneurship activities are dominantly determined by internal initiative and creativity driven by entrepreneurs/managers/ initiators of pesantren, supported by their students. Other pesantrens that have succeeded to build their economic independencies have also received assistance from the government through one pesantren one product (OPOP) program as external development driving factor, which motivated these pesantrens to contribute and to help the government to achieve the goals of this program.