This Author published in this journals
All Journal jurnal niara
Muawanah
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pelaksanaan Program Sembako Di Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara Gusti Muhammad Hidayatullah; Fakhri; Muawanah
Jurnal Niara Vol. 19 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/38xqpe23

Abstract

Program Sembako merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai program transformasi bantuan pangan untuk memastikan program menjadi lebih tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Pelaksanaan Program Sembako di Desa Karias Dalam Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang diambil melalui teknik purposive sampling yang berjumlah 9 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan program Sembako di Desa Karias Dalam dinilai cukup efektif. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator, yakni: Pertama, tepat sasaran dan peserta program cukup efektif. Kedua, kemampuan penyelenggara program cukup efektif sedangkan informasi program kurang efektif. Ketiga, kesesuaian antara hasil pelaksanaan program dan pemahaman terhadap program cukup efektif. Keempat, perhatian dan tindak lanjut cukup efektif. Adapun faktor penghambat, pertama verifikasi data yang kurang update, kedua ketepatan (guna dan waktu), ketiga sosialisasi yang kurang intensif, keempat keterbatasan pendamping dilapangan. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sembako di Desa Karias Dalam, maka disarankan kepada instansi terkait seperti Dinas Sosial, TKSK Kecamatan, pihak penyelenggara program di desa agar memperkuat koordinasi dan komunikasi  dalam setiap tahapan pelaksanaan program.