This Author published in this journals
All Journal jurnal niara
Nur Huzairin Abdul Gani
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Ketahanan Energi Indonesia dan Singapura Dalam Menghadapi Krisis Pasokan Energi Global Fitri Damayanti; Nur Huzairin Abdul Gani; Ziada Filosofia; Sharah Ramadha Yanti; Erinaldi
Jurnal Niara Vol. 19 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/8vg3tc28

Abstract

Ketahanan energi merupakan salah satu aspekpenting dalam mendukung keberlanjutanpembangunan suatu negara. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis perbandingan ketahanan energiantara Indonesia dan Singapura berdasarkan aspekketersediaan energi, keterjangkauan harga, efisiensipengelolaan, serta kebijakan energi yang diterapkan. Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang sangat besar, baik energi fosil maupun energiterbarukan. Namun, pemanfaatannya masih belumoptimal akibat ketergantungan yang tinggi terhadapenergi fosil, keterbatasan infrastruktur, serta belummeratanya distribusi energi di berbagai wilayah.Sebaliknya, Singapura sebagai negara yang tidakmemiliki sumber daya energi alam mampumembangun sistem ketahanan energi yang kuatmelalui strategi impor yang terdiversifikasi, efisiensikonsumsi energi, pemanfaatan teknologi canggih, serta kebijakan transisi menuju energi berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahpendekatan deskriptif komparatif dengan mengkajiberbagai literatur yang relevan terkait kebijakan dan kondisi energi di kedua negara. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ketahanan energi tidak hanyaditentukan oleh ketersediaan sumber daya alam, tetapijuga sangat dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, kebijakan pemerintah, serta kemampuan dalammemanfaatkan teknologi. Singapura menunjukkantingkat ketahanan energi yang lebih stabil karenamanajemen energi yang efisien, sedangkan Indonesia memiliki potensi besar yang masih perlu dioptimalkanmelalui penguatan kebijakan dan percepatan transisienergi.