Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan psikologis yang ditandai oleh perubahan emosional, pembentukan identitas, dan meningkatnya kebutuhan akan menerima sosial. Dinamika tersebut direpresentasikan secara kuat dalam film Inside Out 2, sehingga film ini relevan untuk dianalisis secara psikoanalitik serta berpotensi dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian tokoh utama, Riley, dalam film Inside Out 2 menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, dan tindakan yang mencerminkan dinamika psikologis Riley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku Riley dipengaruhi oleh interaksi antara id, ego, dan superego. Id tercermin melalui keinginan kuat untuk memperoleh penerimaan dan pengakuan sosial di lingkungan baru, sedangkan ego berfungsi menyesuaikan dorongan tersebut dengan realitas sosial dan tuntutan situasi. Superego diwujudkan melalui kesadaran moral, pengendalian diri, rasa bersalah, serta kesediaan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan. Interaksi ketiga struktur kepribadian tersebut menunjukkan perkembangan psikologis Riley menuju kematangan emosional dan kesadaran diri yang lebih baik. Temuan penelitian secara eksplisit menunjukkan bahwa analisis psikoanalisis terhadap film dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sastra untuk membantu siswa mengkaji motivasi dan konflik batin tokoh, memperkuat kemampuan berpikir kritis dan interpretatif, serta mengembangkan empati dan kesadaran emosional melalui kegiatan pembelajaran reflektif. Kesimpulannya, Inside Out 2 secara efektif merepresentasikan dinamika interaksi id, ego, dan superego dalam perkembangan remaja serta memiliki potensi kuat sebagai media kontekstual dalam pembelajaran sastra berbasis psikoanalisis di sekolah.