Pembelajaran apresiasi sastra di tingkat sekolah menengah pertama masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya partisipasi aktif siswa serta kesulitan dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan unsur-unsur intrinsik cerpen. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran interaktif yang dapat mendorong siswa untuk bertukar gagasan, membangun interpretasi, dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen Maaf karya Putu Wijaya pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Kotamobagu dan (2) mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen melalui metode diskusi kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan melibatkan 22 siswa kelas VIII F sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, tes esai, dan dokumentasi. Selama proses pembelajaran, siswa dibagi menjadi lima kelompok dan ditugaskan untuk membaca, mendiskusikan, serta menganalisis tujuh unsur intrinsik cerpen, yaitu tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan menghitung skor yang diperoleh setiap kelompok, mengubahnya ke dalam bentuk persentase, dan menginterpretasikan hasilnya berdasarkan kategori penilaian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok memperoleh rata-rata skor penilaian proses sebesar 82% yang berada dalam kategori baik. Sementara itu, kemampuan siswa dalam mengapresiasi unsur-unsur intrinsik cerpen memperoleh rata-rata skor sebesar 74,26% yang berada dalam kategori cukup kompeten. Temuan ini menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok dapat memfasilitasi partisipasi aktif dan interpretasi kolaboratif dalam pembelajaran apresiasi cerpen.