Defriyadi Defriyadi
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FENOMENA RESEARCH GAP DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PUBLIKASI TAHUN 2021–2025 Nirva Diana; Arif Atma Mahendra Arif; Ahmad Redho Qurrota A'yun; Burhanudin Khairi; Defriyadi Defriyadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12079

Abstract

The development of Islamic Religious Education (IRE) research has increased significantly in recent years in terms of both publication quantity and thematic diversity. However, this growth has not been accompanied by sufficient methodological diversity, creating potential research gaps that may hinder the comprehensive advancement of the field. This study aims to analyze the phenomenon of research gaps in Islamic Religious Education research through a methodological review of publications published between 2021 and 2025. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach by analyzing 30 articles retrieved from Google Scholar, SINTA, and Scopus databases based on predetermined inclusion criteria. Data were analyzed using content analysis to identify trends in research approaches, research designs, data collection techniques, and dominant research themes. The findings indicate that Islamic Religious Education research is still predominantly characterized by qualitative approaches, particularly library research and case studies, whereas quantitative methods, mixed methods, experimental research, and digital data-based approaches remain relatively underutilized. Furthermore, recurring themes were identified in learning, character education, and digital literacy, while methodological studies, program evaluation, and innovative research designs have received comparatively limited attention. These findings reveal the existence of methodological gaps that require greater attention to enhance the quality, diversity, and scholarly contribution of Islamic Religious Education research. Therefore, strengthening methodological competencies among researchers and promoting methodological diversification are essential for fostering more innovative and impactful research in the field. ABSTRAK Perkembangan penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan baik dari segi kuantitas maupun keragaman tema kajian. Namun, peningkatan jumlah publikasi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh keberagaman metodologi penelitian sehingga berpotensi menimbulkan research gap yang memengaruhi perkembangan keilmuan PAI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena research gap dalam penelitian Pendidikan Agama Islam melalui kajian metodologis terhadap publikasi ilmiah tahun 2021–2025. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menganalisis 30 artikel yang diperoleh dari basis data Google Scholar, SINTA, dan Scopus berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi kecenderungan pendekatan, desain, teknik pengumpulan data, serta tema penelitian yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian PAI masih didominasi oleh pendekatan kualitatif, khususnya studi kepustakaan dan studi kasus, sementara penggunaan metode kuantitatif, mixed methods, penelitian eksperimen, dan pendekatan berbasis data digital masih relatif terbatas. Selain itu, ditemukan pengulangan tema pada aspek pembelajaran, pendidikan karakter, dan literasi digital, sedangkan kajian metodologis, evaluasi program, dan inovasi desain penelitian masih kurang mendapat perhatian. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjjangan metodologis yang perlu diatasi melalui penguatan kompetensi penelitian dan diversifikasi pendekatan metodologis guna meningkatkan kualitas penelitian Pendidikan Agama Islam.
MODERASI WASATHIYAH DALAM HADIS TARBAWI: RELEVANSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Burhanudin Khairi; Arif Atma Mahendra Arif; Ahmad Redho Qurrota A'yun; Defriyadi Defriyadi; Guntur Cahaya Kusuma
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12083

Abstract

Wasathiyah moderation is one of the fundamental principles of Islam that emphasizes balance, justice, and the avoidance of extremism in practicing religious teachings. This concept is firmly grounded in the traditions of the Prophet Muhammad (peace be upon him), which promote harmony between worship, social responsibilities, and the fulfillment of physical and spiritual needs. Amid contemporary educational challenges, the values of wasathiyah moderation have become increasingly important to be integrated into the Islamic Religious Education (IRE) curriculum in order to foster moderate, tolerant, and well-balanced learners. This study aims to analyze the hadith concerning balanced worship from the perspective of wasathiyah moderation and examine its relevance to the development of the Islamic Religious Education curriculum. The study employed a qualitative approach using library research. Data were collected from hadith literature, academic books, reputable national and international journal articles, and other relevant scholarly sources. Data analysis was conducted using content analysis techniques. The findings reveal that the hadith on balanced worship contains educational values such as moderation, proportionality, responsibility, and balance among spiritual, intellectual, social, and physical dimensions. These values are highly relevant to the development of the Islamic Religious Education curriculum, particularly in formulating learning objectives, selecting instructional materials, designing learning strategies, and strengthening character education. Therefore, integrating the values of wasathiyah moderation into the Islamic Religious Education curriculum can serve as an essential foundation for developing religious, moderate, and wise generations capable of responding to contemporary challenges. ABSTRAK Moderasi wasathiyah merupakan salah satu prinsip fundamental dalam Islam yang menekankan keseimbangan, keadilan, dan sikap tidak berlebihan dalam menjalankan ajaran agama. Konsep ini memiliki landasan yang kuat dalam hadis-hadis Nabi Muhammad saw. yang mengajarkan keseimbangan antara ibadah, aktivitas sosial, serta pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Di tengah berbagai tantangan pendidikan kontemporer, nilai-nilai moderasi wasathiyah menjadi semakin penting untuk diintegrasikan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna membentuk peserta didik yang berkarakter moderat, toleran, dan berkepribadian seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hadis tentang keseimbangan ibadah dalam perspektif moderasi wasathiyah serta mengkaji relevansinya terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari kitab hadis, buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, serta berbagai sumber ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang keseimbangan ibadah mengandung nilai-nilai pendidikan berupa moderasi, proporsionalitas, tanggung jawab, dan keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, sosial, serta fisik. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat terhadap pengembangan kurikulum PAI, terutama dalam perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi, strategi pembelajaran, dan penguatan pendidikan karakter. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai moderasi wasathiyah dalam kurikulum PAI dapat menjadi landasan penting dalam membentuk generasi yang religius, moderat, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan secara bijaksana.
PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY, VIRTUAL REALITY, DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN LITERATUR Ahmad Redho Qurrota A'yun; Arif Atma Mahendra Arif; Burhanudin Khairi; Defriyadi Defriyadi; Meriyati Meriyati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12084

Abstract

The rapid development of digital technology has transformed learning media, including in Islamic Religious Education (IRE). Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), and Artificial Intelligence (AI) offer more interactive, immersive, and adaptive learning experiences that can enhance students’ engagement and understanding. This study aims to analyze the utilization of AR, VR, and AI as learning media in IRE and to examine their potential and challenges in the digital era. The study employed a qualitative approach using library research. Data were collected from 30 national and international journal articles published between 2020 and 2025, supported by books, conference proceedings, and other relevant scholarly documents. Data were analyzed using content analysis. The findings indicate that AR facilitates the visualization of abstract Islamic concepts, VR provides contextual learning experiences through virtual simulations, and AI supports personalized learning by delivering tailored materials and feedback. These technologies have the potential to improve learning motivation, student participation, conceptual understanding, and instructional effectiveness. However, their implementation requires adequate digital competencies among teachers, sufficient technological infrastructure, high-quality educational content, and sustainable educational policies. Therefore, the integration of AR, VR, and AI can serve as a strategic approach to developing innovative and relevant learning media for Islamic Religious Education in the 21st century. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi media pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI) menawarkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, imersif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan AR, VR, dan AI sebagai media pembelajaran PAI serta mengkaji potensi dan tantangannya di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari 30 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2020–2025, serta didukung oleh buku, prosiding, dan dokumen ilmiah lainnya yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AR membantu memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dalam materi PAI, VR menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual melalui simulasi virtual, sedangkan AI mendukung personalisasi pembelajaran melalui penyediaan materi dan umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ketiga teknologi tersebut berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, pemahaman konsep, dan efektivitas pembelajaran. Namun, implementasinya memerlukan kompetensi digital guru, ketersediaan infrastruktur teknologi, pengembangan konten yang berkualitas, serta dukungan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.