Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HILIRISASI PRODUK KERUPUK SAGU MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PENGUATAN PEMASARAN UMKM DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Made Devi Wedayanti; Apri Siswanto; Eva Sundari; Yeni Kusumawaty; Boby Indra Pulungan; Miftahul Jannah; Uchita Angguni; Syamila Fitria; Ayu Sri Rejeki; Ivan Kasanda; Aldo Osman Panjaitan; Gael Perdina
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i2.162

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat produktivitas, nilai tambah produk, kapasitas manajemen, dan akses pasar dua usaha mikro, kecil, dan menengah kerupuk sagu di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan partisipatif. Tahun ketiga dirancang sebagai tahap konsolidasi dan hilirisasi setelah dua tahun penguatan produksi dan manajemen. Kegiatan melibatkan UMKM Kerupuk Sagu Uwit di Desa Jaya dan UMKM Kerupuk Sagu Sina di Desa Pulau Baru melalui tahapan sosialisasi, pelatihan berbasis kebutuhan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring, dan penguatan keberlanjutan. Intervensi meliputi penggantian sarana produksi yang rusak, penguatan jemuran dan penyimpanan, penggunaan mesin sealer, kemasan bermerek untuk kerupuk sagu mentah, pelatihan pembukuan digital dan arus kas, serta perluasan pasar melalui event Pacu Jalur 2026 dan akses toko oleh-oleh di Pekanbaru. Hasil sementara menunjukkan kapasitas produksi Uwit dari baseline Tahun ke-2 sebesar 740 kg/bulan diarahkan menjadi 888 kg/bulan, sedangkan Sina dari 552 kg/bulan menjadi 668 kg/bulan. Target omzet meningkat 21% pada Uwit dan 20,5% pada Sina. Program juga memperkuat higienitas, pengemasan, pelibatan tenaga kerja lokal, dan positioning produk. Pengembangan pemasaran digital dan proses perlindungan merek masih berlanjut. Hasil ini menunjukkan bahwa transfer teknologi secara bertahap yang dipadukan dengan pendampingan manajemen dan pemasaran dapat memperkuat keberdayaan ekonomi serta keberlanjutan UMKM pangan lokal