Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mengoptimalkan kinerja pegawai melalui penyediaan fasilitas dan lingkungan kerja yang memadai dengan memperkuat disiplin kerja sebagai variabel moderating. Penelitian ini mengkaji pengaruh fasilitas dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau, dengan disiplin kerja sebagai variabel moderasi. Temuan awal di lapangan menunjukkan adanya beberapa permasalahan terkait kinerja pegawai. Ketepatan waktu yang belum optimal, pelaksanaan tugas yang masih memerlukan perbaikan, serta fasilitas kerja yang perlu ditingkatkan merupakan beberapa permasalahan yang teridentifikasi. Sebanyak 47 pegawai berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner terstruktur, sedangkan teknik analisis yang digunakan meliputi regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Sebaliknya, lingkungan kerja menunjukkan pengaruh positif, tetapi tidak signifikan secara statistik. Disiplin kerja memperlemah hubungan antara fasilitas kerja dan kinerja pegawai, yang menunjukkan adanya efek moderasi negatif dan signifikan. Secara simultan, fasilitas kerja dan lingkungan kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Kebijakan manajerial yang efektif dapat memperkuat kedisiplinan pegawai sekaligus meningkatkan kualitas dan kecukupan fasilitas kerja. Kombinasi kedua aspek tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi sektor publik. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi sumber daya manusia dan infrastruktur secara bersamaan merupakan faktor penentu produktivitas aparatur negara. Pada dasarnya, kinerja pegawai sangat ditentukan oleh tersedianya fasilitas kerja yang memadai, sementara efek moderasi disiplin kerja dapat berubah sesuai dengan situasi organisasi dan tidak secara otomatis memperkuat hubungan antara fasilitas kerja dan pencapaian kinerja pegawai.