Nasruddin Nasruddin
Universitas Bina Insan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan dan DampaknyaTerhadap Kinerja Karyawan di PT. Pos Indonesia Lubuklinggau Novita Sari; Surajiyo Surajiyo; Fitria Fitria; Nasruddin Nasruddin
IKRAITH-EKONOMIKA Vol 5 No 2 (2022): IKRAITH-EKONOMIKA No 2 Vol 5 Juli 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.808 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, beban kerja terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai mediasi. Penelitian ini dilakukan di PT. Pos Indonesia Lubuklinggau dengan jumlah populasi 30 orang, Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan hubungan kausal dan jenis data primer.Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi dengan media kuisioner. Metode analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan SMART-PLS(Partial Least Square) 3.0. Hasil penelitian menunjukkan konstruk eksogen beban kerja memiliki pengaruh positif dengan konstruk kepuasan kerja karyawan. Nilai t-statistik sebesar 9,513 lebih besar dari 1.96. tetapi pada konstruk eksogen beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan (O=0.148) dengan konstruk kinerja karyawan. Nilai t-statistik ini sebesar 0.596 lebih kecil dari 1.96. untuk kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dengan konstruk kinerja karyawan. Nilai t-statistik pada hubungan konstruk ini sebesar 2,458 lebih besar dari 1.96, dan nilai p value sebesar 0.014 lebih kecil dari 0.05. di nilai indirect effect untuk pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan. nilai t-statistik 2,238 lebih besar dari 1,96 (t-tabel). Dengan Nilai signifikansi 0,026. Serta hasil Uji Goodness Of Fit (GOF) diperoleh nilai 0.5.
EFEK QUALITY OF WORK LIFE DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI EKSTERNAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Okta Letami; Dheo Rimbano; Nasruddin Nasruddin; Yuli Eprianti
AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/alsh.v11i1.18047

Abstract

This study examines the influence of Quality of Work Life and work culture on employee performance at the Office of the Regional Development Planning Agency, Research and Development of Lubuklinggau City with external motivation as an intervening variable. This study uses a quantitative method with a sample of 41 employees. The results of the study indicate that Quality of Work Life and work culture have a significant impact on employee performance, while external motivation strengthens the relationship. This study provides recommendations for strategies for developing Quality of Work Life, work culture and external motivation to improve employee performance.
Peran Pekerja Sosial Masyarakat dalam Penyelenggaraan Usaha Kesejahteraan Sosial di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Revita Mery Anggraini; Muhamad Effendi; Ade Famalika; Nasruddin Nasruddin
Journal Social Society Vol. 6 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.2.2026.1193

Abstract

Penelitian ini menjadi urgen mengingat PSM merupakan faktor kunci di tingkat akar rumput dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, namun hingga kini peran, kapasitas, dan tantangan yang mereka hadapi masih belum banyak dikaji secara mendalam, khususnya pada konteks wilayah kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan tantangan yang dihadapi oleh pekerja sosial masyarakat (PSM) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial di Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 15 anggota PSM, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), serta masyarakat setempat, disertai dengan observasi partisipatif dan pengumpulan dokumen resmi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSM melaksanakan empat peran utama: sebagai inisiator, motivator, dinamisator, dan administrator. Meskipun menunjukkan komitmen yang tinggi, PSM menghadapi berbagai tantangan, seperti ketergantungan pada arahan TKSK, kurangnya pelatihan, serta sistem pencatatan yang informal yang menghambat transparansi dan evaluasi program. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya pengembangan kapasitas melalui pelatihan sistematis dan peningkatan kerjasama dengan instansi terkait agar PSM dapat lebih efektif dalam mendukung usaha kesejahteraan sosial di wilayah tersebut.
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai dengan Kompetensi sebagai Variabel Intervening di UPT Puskesmas Nawangsasi Desi Ratnawati; Surajiyo Surajiyo; Nasruddin Nasruddin; Suyadi Suyadi
Journal Social Society Vol. 6 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.2.2026.1283

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu terletak pada kinerja pegawai di sektor pelayanan publik, khususnya pada Puskesmas, sangat menentukan kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai dengan Kompetensi sebagai Variabel Intervening di UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab.Musi Rawas. Dengan variabel independen yang terdiri dari Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta variabel dependen yang terdiri dari Kinerja Pegawai. Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistik SmartPLS. Teknik Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai situasi, menggunakan berbagai sumber, serta melalui beberapa metode. Berdasarkan sumber datanya, data dapat diperoleh dari sumber primer maupun sekunder. Sumber primer adalah data yang diterima langsung oleh peneliti, sedangkan sumber sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, misalnya melalui pihak lain atau dokumen. Dari sisi teknik, pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan variabel intervening berupa Kompetensi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pegawai ASN UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab. Musi Rawas. Metode penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampel sebanyak 52 Aparatur Sipil Negara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kinerja Pegawai terbukti berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien jalur original sample sebesar 0,560 dengan signifikan dibawah 5% yang ditunjukan dengan nilai t-statistic 3,930 dimana lebih besar dari t-tabel sebesar 1.984. Nilai P-Value 0,000. Nilai P-value (0.000) < a = 5. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan pengembangan SDM, maka semakin meningkat pula kinerja pegawai. Selain itu, keberadaan kompetensi sebagai variabel intervening memperkuat hubungan tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi kunci dalam memaksimalkan efektivitas pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kinerja. Dengan demikian, organisasi perlu lebih memperhatikan program pengembangan SDM yang terencana, merata, dan berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi dan kinerja pegawai secara optimal. Urgensi penelitian ini yaitu terletak pada kinerja pegawai di sektor pelayanan publik, khususnya pada Puskesmas, sangat menentukan kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai dengan Kompetensi sebagai Variabel Intervening di UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab.Musi Rawas. Dengan variabel independen yang terdiri dari Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta variabel dependen yang terdiri dari Kinerja Pegawai. Metode ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistik SmartPLS. Teknik Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai situasi, menggunakan berbagai sumber, serta melalui beberapa metode. Berdasarkan sumber datanya, data dapat diperoleh dari sumber primer maupun sekunder. Sumber primer adalah data yang diterima langsung oleh peneliti, sedangkan sumber sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, misalnya melalui pihak lain atau dokumen. Dari sisi teknik, pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan variabel intervening berupa Kompetensi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pegawai ASN UPT. Puskesmas Nawangsasi Kec. Tugumulyo Kab. Musi Rawas. Metode penentuan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampel sebanyak 52 Aparatur Sipil Negara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kinerja Pegawai terbukti berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien jalur original sample sebesar 0,560 dengan signifikan dibawah 5% yang ditunjukan dengan nilai t-statistic 3,930 dimana lebih besar dari t-tabel sebesar 1.984. Nilai P-Value 0,000. Nilai P-value (0.000) < a = 5. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan pengembangan SDM, maka semakin meningkat pula kinerja pegawai. Selain itu, keberadaan kompetensi sebagai variabel intervening memperkuat hubungan tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi pegawai menjadi kunci dalam memaksimalkan efektivitas pelatihan dan pengembangan SDM terhadap kinerja. Dengan demikian, organisasi perlu lebih memperhatikan program pengembangan SDM yang terencana, merata, dan berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi dan kinerja pegawai secara optimal.