Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Metode Hypnoteaching Terhadap Motivasi dan Minat Belajar Mahasiswa di Universitas Bina Insan Hartati Ratna Juita; Herlina Herlina; Asri Riance
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v17i1.21092

Abstract

Metode Hypnoteacing   merupakan metode pemberikan sugesti positif yang dapat diterima oleh otak melalui pikiran bawah sadar. Tujuan penelitian ini adalalah untuk menganalisis pengaruh penerapan metode hypnoteaching yang dapat memotivasi dan minat mahasiswa Universitas Bina Insan melalui pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan hanya satu kelompok sebagai kelompok perlakuan (one group). Kelompok tersebut berperan sekaligus sebagai kelompok eksperimen dalam penelitian. Eksperimen penelitian dilakukan melalui sampel yang terdiri dari satu kelompok mahasiswa manajemen semester 2 dari fakultas ekonomi dan bisnis tahun pelajaran 2022/2023. Kegiatan pengambilan data dilakukan dengan memberikan hypnoteaching. Pengambilan data dilakukan dengan tes, baik sebelum pemberian hypnoteaching dan sesudahnya. Pelaksanaan uji melalaui SPSS dengan uji-t berpasangan. Hasil analisis data penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan metode hypnoteaching memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar pada mahasiswa Universitas Bina Insan.
Dampak Disiplin Kerja Sebagai Variabel Moderating pada Pengaruh Fasilitas Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau Ratri Melani Sumberwati; Hartati Ratna Juita; Nasruddin Nasruddin; Ronal Apriyanto
Journal Social Society Vol. 6 No. 4 (2026): Oktober - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.4.2026.1635

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mengoptimalkan kinerja pegawai melalui penyediaan fasilitas dan lingkungan kerja yang memadai dengan memperkuat disiplin kerja sebagai variabel moderating. Penelitian ini mengkaji pengaruh fasilitas dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau, dengan disiplin kerja sebagai variabel moderasi. Temuan awal di lapangan menunjukkan adanya beberapa permasalahan terkait kinerja pegawai. Ketepatan waktu yang belum optimal, pelaksanaan tugas yang masih memerlukan perbaikan, serta fasilitas kerja yang perlu ditingkatkan merupakan beberapa permasalahan yang teridentifikasi. Sebanyak 47 pegawai berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner terstruktur, sedangkan teknik analisis yang digunakan meliputi regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai. Sebaliknya, lingkungan kerja menunjukkan pengaruh positif, tetapi tidak signifikan secara statistik. Disiplin kerja memperlemah hubungan antara fasilitas kerja dan kinerja pegawai, yang menunjukkan adanya efek moderasi negatif dan signifikan. Secara simultan, fasilitas kerja dan lingkungan kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Kebijakan manajerial yang efektif dapat memperkuat kedisiplinan pegawai sekaligus meningkatkan kualitas dan kecukupan fasilitas kerja. Kombinasi kedua aspek tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi sektor publik. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi sumber daya manusia dan infrastruktur secara bersamaan merupakan faktor penentu produktivitas aparatur negara. Pada dasarnya, kinerja pegawai sangat ditentukan oleh tersedianya fasilitas kerja yang memadai, sementara efek moderasi disiplin kerja dapat berubah sesuai dengan situasi organisasi dan tidak secara otomatis memperkuat hubungan antara fasilitas kerja dan pencapaian kinerja pegawai.
Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dengan Stres Kerja sebagai Variabel Intervening di Kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Lubuklinggau Alya Della Rosa; Hartati Ratna Juita; Apandi Apandi; Dheo Rimbano
Journal Social Society Vol. 6 No. 4 (2026): Oktober - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.4.2026.1636

Abstract

Employee performance is an important factor in achieving organizational objectives and improving the quality of public services. This study examines the relationship between workload and employee performance and evaluates the indirect role of work stress among employees of the Secretariat of the Regional House of Representatives (DPRD) of Lubuklinggau City. A quantitative cross-sectional survey design was employed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The population consisted of 36 civil servants, all of whom were included through saturated sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with SmartPLS. The results show that workload has a positive and significant relationship with employee performance (β = 0.878; T = 19.928; p < 0.001). The indirect effect of workload on employee performance through work stress was positive but did not meet the predetermined 5% significance criterion (β = 0.073; T = 1.956; p = 0.051). Therefore, the available statistical evidence is insufficient to support the indirect role of work stress in the relationship between workload and employee performance. The R² value of employee performance was 0.921, indicating that 92.1% of its variance was explained by workload and work stress in the proposed model. These findings suggest that workload distribution, work coordination, and periodic evaluation of task allocation should be considered to support employee performance. Further analysis of the individual paths involving work stress is required to provide a more complete explanation of the mediation mechanism.