Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Praktik Baik (Best Practices) Guru dalam Mengelola Pembelajaran Digital pada Masa Transisi Digital di Sekolah Dasar Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah Hendra Hendra; Aldolf Bastian; M Firdaus
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) praktik baik guru dalam mengelola pembelajaran digital pada masa transisi digital di SD Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah; (2) faktor pendukung dan penghambat penerapan praktik tersebut; serta (3) implikasinya terhadap kualitas proses pembelajaran dan pengalaman belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas wakil kepala sekolah dan guru SD Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik baik guru diwujudkan melalui perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik, serta evaluasi melalui asesmen digital dan refleksi berkelanjutan. Praktik tersebut didukung oleh kepemimpinan sekolah yang adaptif, kompetensi digital guru, budaya kolaborasi, motivasi peserta didik, dukungan orang tua, dan kebijakan pemerintah. Hambatan meliputi keterbatasan sarana prasarana, kualitas jaringan internet, variasi literasi digital guru dan peserta didik, serta perbedaan dukungan keluarga. Hambatan diatasi melalui peningkatan kompetensi guru, optimalisasi sumber daya, kolaborasi antarguru, dan kemitraan dengan orang tua. Praktik baik tersebut berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran, pengalaman belajar peserta didik, profesionalisme guru, budaya inovasi, dan mutu pendidikan serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih fleksibel, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi pendidikan secara berkelanjutan, kontekstual, efektif, dan inovatif di sekolah.
Perspektif, Kesiapan, dan Hambatan Guru PAUD dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus Tanpa Asesmen Deteksi Dini: Studi Kualitatif di Tk Asnur Dumai Sukma Dewi; Aldolf Bastian; Herlinawati Herlinawati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.806

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif, kesiapan, hambatan, serta faktor pendukung guru PAUD dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) tanpa asesmen deteksi dini di TK Asnur Dumai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas lima guru PAUD dan satu kepala sekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki perspektif positif terhadap ABK serta berupaya memberikan layanan sesuai kebutuhan anak melalui pengalaman mengajar, kesabaran, dan penyesuaian pembelajaran. Namun, kesiapan guru masih terbatas akibat minimnya pelatihan pendidikan inklusif, belum tersedianya asesmen deteksi dini, keterbatasan sarana prasarana, serta belum optimalnya kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kompetensi guru, penyediaan asesmen deteksi dini, serta pengembangan sistem layanan inklusif untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di PAUD.
Praktik Baik (Best Practices) Guru dalam Mengelola Pembelajaran Digital pada Masa Transisi Digital di Sekolah Dasar Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah Hendra Hendra; Aldolf Bastian; M Firdaus
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) praktik baik guru dalam mengelola pembelajaran digital pada masa transisi digital di SD Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah; (2) faktor pendukung dan penghambat penerapan praktik tersebut; serta (3) implikasinya terhadap kualitas proses pembelajaran dan pengalaman belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas wakil kepala sekolah dan guru SD Negeri 001 Koto Taluk Kuantan Tengah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik baik guru diwujudkan melalui perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan tujuan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik, serta evaluasi melalui asesmen digital dan refleksi berkelanjutan. Praktik tersebut didukung oleh kepemimpinan sekolah yang adaptif, kompetensi digital guru, budaya kolaborasi, motivasi peserta didik, dukungan orang tua, dan kebijakan pemerintah. Hambatan meliputi keterbatasan sarana prasarana, kualitas jaringan internet, variasi literasi digital guru dan peserta didik, serta perbedaan dukungan keluarga. Hambatan diatasi melalui peningkatan kompetensi guru, optimalisasi sumber daya, kolaborasi antarguru, dan kemitraan dengan orang tua. Praktik baik tersebut berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran, pengalaman belajar peserta didik, profesionalisme guru, budaya inovasi, dan mutu pendidikan serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih fleksibel, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi pendidikan secara berkelanjutan, kontekstual, efektif, dan inovatif di sekolah.
Perspektif, Kesiapan, dan Hambatan Guru PAUD dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus Tanpa Asesmen Deteksi Dini: Studi Kualitatif di Tk Asnur Dumai Sukma Dewi; Aldolf Bastian; Herlinawati Herlinawati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.806

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif, kesiapan, hambatan, serta faktor pendukung guru PAUD dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) tanpa asesmen deteksi dini di TK Asnur Dumai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas lima guru PAUD dan satu kepala sekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki perspektif positif terhadap ABK serta berupaya memberikan layanan sesuai kebutuhan anak melalui pengalaman mengajar, kesabaran, dan penyesuaian pembelajaran. Namun, kesiapan guru masih terbatas akibat minimnya pelatihan pendidikan inklusif, belum tersedianya asesmen deteksi dini, keterbatasan sarana prasarana, serta belum optimalnya kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kompetensi guru, penyediaan asesmen deteksi dini, serta pengembangan sistem layanan inklusif untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di PAUD.