Ketepatan quantity take-off menjadi bagian penting dalam penyusunan estimasi biaya proyek jembatan karena perbedaan kuantitas yang relatif kecil dapat menghasilkan selisih biaya yang besar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan volume beton, berat penulangan, dan estimasi biaya antara hasil perhitungan konsultan dan quantity take-off berbasis Building Information Modeling pada pekerjaan struktur bawah Proyek Pembangunan Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek. Elemen yang dianalisis meliputi pile cap, abutmen, dan pier. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan studi kasus. Model dikembangkan menggunakan Autodesk Revit 2025 berdasarkan Detail Engineering Design dan gambar penulangan. Model diklasifikasikan setara Level of Development 350 untuk tujuan quantity take-off desain dan divalidasi melalui pemeriksaan bentuk, dimensi, elevasi, material, serta konfigurasi tulangan terhadap dokumen proyek. Volume dan berat material dari model dikalikan dengan harga satuan pekerjaan yang sama dengan perhitungan konsultan. Persentase deviasi dihitung dengan menggunakan hasil konsultan sebagai nilai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan volume beton berbasis BIM sebesar 7.856,61 m³ dan volume konsultan sebesar 7.980,50 m³, dengan deviasi 123,89 m³ atau 1,552%. Berat penulangan berbasis BIM sebesar 1.288.896,49 kg dan hasil konsultan sebesar 1.323.863,47 kg, dengan deviasi 34.966,98 kg atau 2,64%. Estimasi biaya berbasis BIM sebesar Rp106.501.240.602,40, sedangkan estimasi konsultan sebesar Rp108.425.279.653,20. Selisih estimasi mencapai Rp1.924.039.050,80 atau 1,775%. Nilai tersebut merupakan selisih estimasi dan belum menunjukkan penghematan aktual karena belum dibandingkan dengan as-built quantity serta biaya akhir proyek. Hasil quantity take-off BIM juga bergantung pada kelengkapan pemodelan kait, panjang penyaluran, sambungan lewatan, tulangan tambahan, dan elemen konstruktif lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa BIM dapat digunakan sebagai alat verifikasi kuantitas dan estimasi biaya, tetapi hasilnya tetap memerlukan audit model dan pemeriksaan terhadap dokumen teknis.