Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keterampilan Olah Gerak Kapal dengan Sistem Penggerak Azimuth Stern Drive (ASD) Dikapal KST ZEN Hendro Widodo; Djamaludin Malik; Elva Febriana Anggraeny
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 8 (2026): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i8.540

Abstract

Kapal tunda dengan sistem penggerak Azimuth Stern Drive (ASD) memiliki kemampuan manuver tinggi, namun pengoperasiannya menuntut keterampilan khusus, terutama saat beroperasi di dekat kapal besar dengan risiko interaksi hidrodinamika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya peningkatan keterampilan olah gerak kapal dengan sistem ASD pada Kapal KST ZEN berdasarkan insiden benturan saat kegiatan berthing di AG&P LNG Terminal Batangas, Filipina. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan perwira dek yang bertugas saat insiden, dokumentasi kerusakan kapal, serta telaah terhadap SOP, logbook, laporan insiden, dan literatur pendukung. Data dianalisis menggunakan Root Cause Analysis (RCA) dengan pendekatan fishbone diagram untuk mengidentifikasi penyebab insiden berdasarkan faktor manusia, metode, mesin atau peralatan, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwira dek telah memahami konsep dasar pengoperasian ASD, tetapi masih perlu meningkatkan kemampuan membaca situasi, mengantisipasi pergerakan kapal yang ditunda, mengendalikan sudut azimuth dan tenaga dorong secara presisi, serta mengambil keputusan dalam kondisi tertekan. Insiden KST ZEN lebih dominan dipengaruhi oleh faktor manusia, terutama kesalahan prediksi, keterlambatan respons, dan kepanikan ketika menghadapi suction effect. Program pelatihan yang telah diterapkan juga belum sepenuhnya mencerminkan kondisi kritis di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan perlu dilakukan melalui pelatihan berbasis skenario, penggunaan simulator, penyempurnaan SOP, evaluasi pascaoperasi, dan penguatan budaya keselamatan.