Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan upaya promotif serta preventif berbasis komunitas. Kader PKK RW 09 Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang memiliki peran strategis sebagai agen edukasi kesehatan di tingkat masyarakat, namun masih menghadapi keterbatasan pengetahuan terkait faktor risiko, gejala, komplikasi, serta pemantauan mandiri DM. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader PKK RW 09 dalam deteksi dini dan pemantauan mandiri Diabetes Mellitus, sehingga kader dapat berperan aktif sebagai agen edukasi kesehatan berbasis komunitas yang berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi diskusi awal dengan mitra, senam sehat dan cek kesehatan gratis yang terbuka untuk umum, pelaksanaan penyuluhan interaktif,. Evaluasi dilakukan menggunakan desain melalui pre-test dan post-test pada 27 kader yang mengikuti penyuluhan, guna mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 84,44 menjadi 100 atau meningkat sebesar 15,56 poin. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan tersebut bermakna secara statistik dengan nilai p < 0,001. Kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan edukatif-partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader PKK terkait deteksi dini dan pemantauan mandiri DM. Kader yang telah terbekali pengetahuan memadai diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi kesehatan di lingkungannya secara berkelanjutan, sehingga berkontribusi pada upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.