Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Klausa dan Sistem Pivot dalam Bahasa Jawa: Kajian Tipologi Sintaksis Riantika Zahara; Mulyadi Mulyadi; Elvi Jesica Berutu
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe clause structure and the pivot system in Javanese from a syntactic typological perspective. The focus is directed toward two main aspects: word order and coreferential behavior in clause combination as the basis for determining pivot systems. The data were collected using observation and note-taking methods from natural Javanese utterances, supplemented with written sources and linguistic introspection. The analysis applies Dixon’s (1994) pivot test framework, which examines the omission of noun phrases (NPs) in clause coordination and subordination. The results show that Javanese displays a basic SVO word order in active clauses, SV in intransitive clauses, and OVS in passive constructions. In terms of pivot system, Javanese demonstrates an S/A pivot pattern: argument omission occurs directly when the shared argument functions as a subject (S) or agent (A), but requires syntactic transformation (passivization) when functioning as a patient (P). These findings reinforce the classification of Javanese as a nominative-accusative language and contribute to the typological study of Austronesian languages. ABSTRAK Artikel ini mendeskripsikan struktur klausa dan sistem pivot dalam Bahasa Jawa dari perspektif tipologi sintaksis. Fokus kajian diarahkan pada dua aspek utama, yaitu tata urut kata (word order) dan perilaku ko-referensialitas dalam penggabungan klausa sebagai dasar penentuan sistem pivot. Data diperoleh melalui metode simak dan catat terhadap tuturan alami penutur Bahasa Jawa, serta dilengkapi dengan data tertulis dan introspeksi linguistik. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka uji pivot dari Dixon (1994), yang mengamati pelesapan frasa nomina (FN) dalam dua klausa yang digabung secara koordinatif dan subordinatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki word order dasar SVO pada klausa aktif, SV pada klausa intransitif, dan OVS pada konstruksi pasif. Dalam hal sistem pivot, Bahasa Jawa menunjukkan pola pivot S/A, pelesapan dapat terjadi secara langsung apabila argumen berada dalam posisi subjek (S) atau agen (A), tetapi membutuhkan transformasi sintaksis (pemasifan) apabila berada dalam posisi pasien (P). Temuan ini memperkuat klasifikasi Bahasa Jawa sebagai bahasa nominatif-akusatif dan memberikan kontribusi pada kajian tipologi linguistik bahasa-bahasa Austronesia. Kata kunci: Bahasa Jawa, word order, pivot, tipologi sintaksis, akusatif
PASIF AKSIDENTAL DALAM BAHASA BATAK PAKPAK (BBP): KAJIAN X-BAR Elvi Jesica Berutu; Mulyadi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 2 (2026): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i2.5794

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan bentuk morfologis, distribusi argumen, dan struktur sintaktis konstruksi pasif aksidental dalam bahasa Batak Pakpak dengan menggunakan kerangka teori X-bar. Pasif aksidental merujuk pada konstruksi yang menyatakan peristiwa tidak disengaja, tiba-tiba, dan di luar kendali yang dialami oleh subjek. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan teknik elisitasi dengan penutur asli bahasa Batak Pakpak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi penanda morfologis serta menganalisis perilaku sintaktisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasif aksidental dalam bahasa Batak Pakpak ditandai oleh tiga bentuk utama, yaitu prefiks ter-, serta konfiks ter-/-ken dan ter-/-i. Ketiga penanda tersebut secara konsisten menghasilkan predikat bermakna involuntatif, menghilangkan agen eksternal, dan mempromosikan pasien atau pengalam ke posisi subjek. Analisis X-bar menunjukkan afiksasi verbal berperan sebagai pemicu utama perubahan struktur argumen, sementara mekanisme sintaktis seperti perpindahan argumen dan penataan hierarki klausa merealisasikan perubahan tersebut secara formal. Selain itu, masing-masing penanda menunjukkan kecenderungan semantis berbeda, dengan ter- sebagai bentuk paling produktif, ter-/-ken berkaitan dengan peristiwa fisik tidak sengaja, dan ter-/-i menandai kejadian yang menimpa pengalam. Temuan ini memperkaya kajian morfosintaksis bahasa Batak Pakpak dan mendukung pandangan tipologis bahwa pasif aksidental dalam bahasa-bahasa Austronesia umumnya dibentuk melalui interaksi antara morfologi verbal dan struktur sintaktis.