Ansori Ansori
Universitas At-Taqwa Bondowoso

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Implementasi Metode Role Play dalam Mengoptimalkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Isnaini Khusnul Holidyah; Vikrotul Holisoh; Ansori Ansori
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan metode role play dalam pembelajaran anak usia dini dengan fokus pada pengaruhnya terhadap perkembangan sosial-emosional anak. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang belajar melalui bermain dan pengalaman langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode role play dalam pembelajaran anak usia dini serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan sosial-emosional anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role play mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak dalam proses pembelajaran. Anak menjadi lebih antusias, percaya diri, dan berani berkomunikasi dengan teman maupun guru. Dari aspek sosial, anak menunjukkan peningkatan kemampuan bekerja sama, berbagi peran, berinteraksi, serta mengikuti aturan permainan. Dari aspek emosional, anak lebih mampu mengekspresikan perasaan, memahami emosi orang lain, menunjukkan empati, dan mengendalikan emosi selama kegiatan berlangsung. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti adanya anak yang masih pasif dan kurang percaya diri serta kesulitan guru dalam mengelola kelas yang terlalu aktif. Dengan demikian, metode role play dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
Analisis Penggunaan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sindy Auliya sindy; Nur Hafidah; Ansori Ansori
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media audio visual dalam meningkatkan minat belajar siswa pada proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa yang terlibat langsung dalam pembelajaran menggunakan media audio visual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual mampu meningkatkan minat belajar siswa. Siswa terlihat lebih aktif, antusias, fokus, dan termotivasi selama proses pembelajaran berlangsung. Penggunaan video pembelajaran, gambar bergerak, dan suara membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan tidak membosankan. Selain itu, media audio visual juga meningkatkan partisipasi siswa dalam bertanya dan berdiskusi selama pembelajaran. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas sekolah, jaringan internet yang kurang stabil, dan kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi pembelajaran. Meskipun demikian, media audio visual tetap menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat memanfaatkan media audio visual secara lebih kreatif dan inovatif agar proses pembelajaran menjadi lebih optimal.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Nilai Keteladanan untuk Membentuk Karakter Siswa di Era Digital Amrosy Amrosy; Alfa Mardani; Ansori Ansori
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital menghadirkan tantangan serius bagi dunia pendidikan dalam internalisasi nilai moral dan pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menganalisis implementasi model pembelajaran berbasis keteladanan (uswah hasanah) sebagai strategi pembentukan karakter di era digital, menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan desk review. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model keteladanan mencakup tiga dimensi yaitu kognitif, afektif, dan behavioral yang saling berinteraksi dalam membentuk karakter siswa; (2) implementasi di era digital menuntut adaptasi berupa keteladanan digital, di mana guru berperan sebagai role model penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab; serta (3) efektivitasnya ditentukan oleh konsistensi antara nilai yang diajarkan dan diteladankan, didukung ekosistem pendidikan yang kondusif. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual keteladanan yang responsif terhadap tantangan digital, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi guru dan pemangku kebijakan pendidikan.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa Selfi Amaliyah Supaiseh; Zafiroh Sarifatul Azizah; Ansori Ansori
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi pendidikan menuntut guru untuk menggunakan media pembelajaran yang inovatif dan menarik agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran. Namun, dalam proses pembelajaran masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep karena pembelajaran cenderung bersifat konvensional dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis video animasi terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur (library research). Data penelitian diperoleh melalui berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai efektivitas media video animasi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa karena mampu menyajikan materi secara menarik melalui kombinasi unsur visual, audio, teks, dan animasi bergerak. Selain itu, penggunaan video animasi juga dapat meningkatkan motivasi, perhatian, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis video animasi dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Distraksi Digital dan Konsentrasi Belajar Generasi Alpha di Era Digital Selvi Selvi; Tazkia Adeline Faza; Ansori Ansori
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membentuk pola belajar baru pada siswa Generasi Alpha yang sejak dini akrab dengan perangkat digital. Di samping memberikan kemudahan akses informasi dan pengalaman belajar interaktif, kondisi ini juga memunculkan distraksi digital yang berpotensi menurunkan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk distraksi digital, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap konsentrasi belajar siswa Generasi Alpha melalui kajian literatur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional serta publikasi ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan content analysis melalui tahap reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa distraksi digital terutama muncul dalam bentuk media multitasking, notifikasi digital, konsumsi konten berbasis algoritma, dan perpindahan perhatian selama pembelajaran. Faktor penyebab utamanya meliputi tingginya intensitas penggunaan teknologi, karakteristik platform digital, dan rendahnya kemampuan regulasi diri siswa. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pedagogis adaptif yang mengintegrasikan literasi digital dan penguatan regulasi diri agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi kualitas konsentrasi belajar.
Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Learning untuk Pembentukan Karakter Siswa Siti Imroatus Solihah; Shalwati Shalwati; Ansori Ansori
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Cooperative Learning dalam pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran Fiqih di kelas III MI Nurul Hasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Cooperative Learning mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran sekaligus membantu guru dalam menanamkan dan menilai nilai-nilai karakter, seperti tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, rasa percaya diri, dan sikap saling menghargai. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan kelompok yang mendorong siswa untuk berdiskusi, berbagi pendapat, dan menyelesaikan tugas secara bersama-sama. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti ketergantungan antaranggota kelompok dan kondisi kelas yang kurang mendukung, model ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif serta mendukung pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, Cooperative Learning dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik.
Pengembangan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Halimatus Sa’diyah; Siti Ulfatun Nikmah; Ansori Ansori
JPIK – Jurnal Pendidikan Islam dan Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya keterampilan berpikir kritis sebagai kompetensi abad ke-21 yang harus dimiliki siswa dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Data diperoleh melalui penelusuran berbagai artikel jurnal nasional terakreditasi yang relevan dengan implementasi Project Based Learning dan kemampuan berpikir kritis siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, serta mensintesis berbagai hasil penelitian terdahulu secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas pembelajaran yang berpusat pada siswa, berbasis proyek, dan pemecahan masalah nyata. Selain itu, integrasi PjBL dengan pendekatan STEM terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, kreativitas, komunikasi, serta kolaborasi siswa. Peran guru sebagai fasilitator juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi PjBL di sekolah dasar. Dengan demikian, model Project Based Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang relevan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan.