Grin Rayi Prihandini
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Esa Unggul

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Body Dissatisfaction Berdasarkan Jenis Kelamin pada Remaja Akhir Pengguna Media Sosial Instagram di Jakarta Sahnaz Alayda Hamid Yahya; Grin Rayi Prihandini
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2406

Abstract

This study aimed to examine the differences in body dissatisfaction based on gender among late adolescent Instagram users in Jakarta. The phenomenon of body dissatisfaction among late adolescents has become increasingly prevalent due to the widespread use of visual-based social media, particularly Instagram, which encourages individuals to engage in social comparison regarding their physical appearance. This study employed a quantitative method with a comparative research design. The population consisted of late adolescents aged 18–21 years who were Instagram users and resided in Jakarta. A purposive sampling technique was used to recruit 200 participants, consisting of 100 males and 100 females. The research instrument was the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) developed by Cash and Pruzinsky (2002). Data were analyzed using an Independent Samples t-test after fulfilling the assumptions of normality and homogeneity. The results showed a t-value of -4.427 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in body dissatisfaction based on gender among late adolescent Instagram users in Jakarta. Female late adolescents demonstrated higher levels of body dissatisfaction than males. Therefore, the research hypothesis stating that there is a significant difference in body dissatisfaction based on gender among late adolescent Instagram users in Jakarta was accepted.
Peran Pola Asuh Demokratis dalam Memprediksi Kecerdasan Emosional pada Remaja Madya Dea Arleta Putri; Grin Rayi Prihandini
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh demokratis dalam memprediksi kecerdasan emosional pada remaja madya. Remaja madya merupakan individu yang berada pada rentang usia 13–17 tahun dan sedang mengalami berbagai perubahan dalam perkembangan, termasuk dalam aspek emosional dan pencarian identitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Responden dalam penelitian ini berjumlah 85 remaja madya berusia 13–17 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala kecerdasan emosional dan skala pola asuh demokratis. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui peran pola asuh demokratis dalam memprediksi kecerdasan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis berperan secara signifikan dalam memprediksi kecerdasan emosional pada remaja madya, dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 (p < 0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,780. Nilai R Square sebesar 0,096 menunjukkan bahwa pola asuh demokratis memberikan kontribusi sebesar 9,6% terhadap kecerdasan emosional, sedangkan 90,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa pola asuh demokratis berperan dalam memprediksi kecerdasan emosional pada remaja madya diterima.