Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan saluran drainase di Desa Walenrang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, khususnya pada kawasan Perumahan Nilam. Pembangunan perumahan yang cepat meningkatkan kebutuhan akan sistem drainase yang efektif untuk mencegah genangan air dan menjaga keberlangsungan sumber daya alam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limpasan permukaan dan debit air limbah rumah tangga diperhitungkan untuk merencanakan kapasitas saluran drainase. Analisis curah hujan dari Stasiun Batusitanduk selama periode 2015-2024 menghasilkan rata-rata curah hujan maksimum harian yang digunakan untuk menghitung debit rencana. Dari analisis, didapatkan dimensi saluran tersier dan sekunder yang sesuai dengan kebutuhan, yaitu lebar 0.25 m dan tinggi total 0.3 m untuk saluran tersier, serta lebar 0.4 m dan tinggi total 0.5 m untuk saluran sekunder. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan sistem drainase yang lebih baik di kawasan perumahan, serta menjadi referensi bagi studi lebih lanjut mengenai pengelolaan air di daerah perkotaan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu pihak-pihak terkait dalam merencanakan dan mengimplementasikan sistem drainase yang efektif untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Desa Walenrang. This study aims to analyze drainage channel planning in Walenrang Village, Walenrang District, Luwu Regency, specifically in the Nilam Housing area. Rapid housing development increases the need for an effective drainage system to prevent waterlogging and maintain the sustainability of natural resources. The research method used was a quantitative approach with primary data collection through field observations and surveys. The results indicate that surface runoff and domestic wastewater discharge are taken into account when planning drainage channel capacity. Rainfall analysis from Batusitanduk Station during the 2015-2024 period yielded the average daily maximum rainfall used to calculate the design discharge. The analysis resulted in the appropriate dimensions for tertiary and secondary channels: a width of 0.25 m and a total height of 0.3 m for the tertiary channel, and a width of 0.4 m and a total height of 0.5 m for the secondary channel. This research is expected to contribute to better drainage system planning in residential areas and serve as a reference for further studies on water management in urban areas. It is hoped that the results of this study will assist relevant parties in planning and implementing an effective drainage system to improve environmental quality in Walenrang Village.