Erosi pada bantaran Sungai Makawa di Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu menjadi permasalahan yang berpotensi mengancam lahan pertanian, pemukiman, serta infrastruktur di sekitar aliran sungai. Tingginya debit air saat musim hujan menyebabkan gerusan sepanjang ±100 meter pada tebing sungai sehingga diperlukan upaya penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penanganan erosi yang efektif berdasarkan kondisi eksisting bantaran sungai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui pengumpulan data primer berupa survei lapangan, pengambilan sampel tanah terganggu dan tidak terganggu menggunakan handboring, serta pengukuran geometrik tebing sungai. Selain itu, dilakukan pengujian laboratorium meliputi kadar air, berat jenis, dan permeabilitas tanah. Analisis stabilitas dinding penahan tanah digunakan untuk menentukan konstruksi yang paling sesuai dalam menanggulangi erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi turap beton merupakan alternatif struktur yang paling efektif digunakan pada lokasi penelitian. Segmen 1 dan 2 direncanakan memiliki kemiringan 50°, panjang 50 meter, tinggi dinding 2,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 50 cm. Sedangkan Segmen 3 dan 4 menggunakan kemiringan 49° dengan dimensi yang sama. Berdasarkan perhitungan stabilitas terhadap guling dan geser, seluruh segmen memenuhi kriteria keamanan dengan faktor keamanan >2 untuk stabilitas guling dan >1,5 untuk stabilitas geser. Hal ini menunjukkan bahwa konstruksi turap beton mampu menjaga kestabilan tebing dan efektif digunakan sebagai penanganan erosi pada bantaran Sungai Makawa. Erosion along the banks of the Makawa River in Bosso Village, Walenrang Utara District, Luwu Regency has become a critical issue that threatens agricultural land, residential areas, and nearby infrastructure. The high river discharge during the rainy season has caused scouring along approximately 100 meters of the riverbank, requiring an appropriate mitigation strategy. This study aims to analyze the most effective erosion-control measures based on the existing physical conditions of the riverbank. A quantitative research method was employed, utilizing primary data obtained from field surveys, soil sampling (disturbed and undisturbed) using a handboring tool, and geometric measurements of the riverbank. Laboratory tests, including water content, specific gravity, and soil permeability, were conducted to support the analysis. The stability of retaining structures was evaluated to determine the most suitable construction for erosion mitigation. The results indicate that concrete sheet pile structures are the most effective solution for erosion control at the study site. Segments 1 and 2 are designed with a 50° slope angle, a length of 50 meters, a wall height of 2.5 meters, a base width of 2,5 meters, and a thickness of 50 cm. Segments 3 and 4 use a 49° slope with the same dimensions. Stability analysis shows that the structure meets safety requirements, with safety factors greater than 2 for overturning and greater than 1.5 for sliding. These results demonstrate that concrete sheet pile construction is capable of maintaining riverbank stability and serves as an effective erosion mitigation measure along the Makawa River.