Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perencanaan Saluran Drainase Di Desa Walenrang Kecamatan Wlenrang Kabupaten Luwu: Studi Kasus: Perumahan Nilam Muh. Sigit Setiawan S.; Syaifullah Syaifullah; Syahrul Ramadhan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 2 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 2, Mei - Agustus Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i2.9852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan saluran drainase di Desa Walenrang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, khususnya pada kawasan Perumahan Nilam. Pembangunan perumahan yang cepat meningkatkan kebutuhan akan sistem drainase yang efektif untuk mencegah genangan air dan menjaga keberlangsungan sumber daya alam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limpasan permukaan dan debit air limbah rumah tangga diperhitungkan untuk merencanakan kapasitas saluran drainase. Analisis curah hujan dari Stasiun Batusitanduk selama periode 2015-2024 menghasilkan rata-rata curah hujan maksimum harian yang digunakan untuk menghitung debit rencana. Dari analisis, didapatkan dimensi saluran tersier dan sekunder yang sesuai dengan kebutuhan, yaitu lebar 0.25 m dan tinggi total 0.3 m untuk saluran tersier, serta lebar 0.4 m dan tinggi total 0.5 m untuk saluran sekunder. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perencanaan sistem drainase yang lebih baik di kawasan perumahan, serta menjadi referensi bagi studi lebih lanjut mengenai pengelolaan air di daerah perkotaan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu pihak-pihak terkait dalam merencanakan dan mengimplementasikan sistem drainase yang efektif untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Desa Walenrang. This study aims to analyze drainage channel planning in Walenrang Village, Walenrang District, Luwu Regency, specifically in the Nilam Housing area. Rapid housing development increases the need for an effective drainage system to prevent waterlogging and maintain the sustainability of natural resources. The research method used was a quantitative approach with primary data collection through field observations and surveys. The results indicate that surface runoff and domestic wastewater discharge are taken into account when planning drainage channel capacity. Rainfall analysis from Batusitanduk Station during the 2015-2024 period yielded the average daily maximum rainfall used to calculate the design discharge. The analysis resulted in the appropriate dimensions for tertiary and secondary channels: a width of 0.25 m and a total height of 0.3 m for the tertiary channel, and a width of 0.4 m and a total height of 0.5 m for the secondary channel. This research is expected to contribute to better drainage system planning in residential areas and serve as a reference for further studies on water management in urban areas. It is hoped that the results of this study will assist relevant parties in planning and implementing an effective drainage system to improve environmental quality in Walenrang Village.
Perancangan Sistem Irigasi Tambak : Studi Kasus : Tambak Tradisional Desa Munte, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara Mifta Huljanna; Syahrul Ramadhan; Syaifullah Syaifullah; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 2 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 2, Mei - Agustus Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i2.9866

Abstract

Desa Munte, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, memiliki tambak tradisional yang memanfaatkan pasang surut air laut sebagai sumber pengairan. Namun, sebagian besar pintu air yang digunakan belum dirancang secara teknis sehingga pengaturan muka air belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pintu air tipe Romijn yang sesuai dengan kondisi tambak serta menggambarkan skema jaringan irigasi tambak tradisional di Desa Munte. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan perhitungan hidrolika, meliputi pengukuran elevasi, debit aliran, tekanan hidrostatis, dan dimensi saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pintu air Romijn dengan tinggi pintu rencana 2,19 meter, lebar bukaan 0,8 meter pada Tambak A dan 1 meter pada Tambak B, serta ketebalan pelat injak 10,2 cm dapat mengendalikan aliran secara efektif sesuai kondisi pasang dan surut. Selain itu, skema jaringan irigasi tambak menunjukkan bahwa sebagian tambak memperoleh suplai air melalui saluran primer, sementara sebagian lainnya mengambil air langsung dari laut. Munte Village, located in Tanalili District, North Luwu Regency, uses traditional fish ponds that rely on tidal sea water circulation. However, most of the existing sluice gates have not been technically designed, resulting in suboptimal water level control. This study aims to design a Romijn-type sluice gate suitable for local pond conditions and to describe the irrigation network system of the traditional ponds in Munte Village. A quantitative method was applied through field surveys and hydraulic calculations, including elevation measurement, discharge estimation, hydrostatic pressure analysis, and channel dimensioning. The results show that the designed Romijn sluice gate with a planned height of 2.19 meters, gate width of 0.8 meters for Pond A and 1 meter for Pond B, and a footplate thickness of 10.1 cm, is able to regulate water flow effectively under tidal variations. The irrigation network layout also indicates that some ponds receive water through a primary channel, while others take water directly from the sea.