Mahasiswa farmasi secara global memiliki kerentanan mengalami masalah kesehatan mental yang cukup signifikan. Studi pendahuluan yang telah dilakukan terhadap mahasiswa farmasi Universitas Mataram menunjukkan hasil yang cukup mengkhawatirkan, khususnya pada kelompok mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Hal ini mendasari perlunya intervensi lebih lanjut yang terintegrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memfasilitasi mahasiswa farmasi yang sedang menyelesaikan skripsi untuk mengatasi stress akademik yang dihadapi sehingga mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu. Tahapan kegiatan yang pertama adalah melakukan penjaringan (pretest) menggunakan instrument ESSA (Educational Stress Scale for Adolescents). Mahasiswa yang memiliki skor ESSA sedang hingga tinggi dimintai kesediaannya untuk terlibat dalam FGD BERCANDA (Forum Group Discussion Behaviour Counselling Group to Reduce Academic Stress and Drug Abuse). Mahasiswa yang terlibat didominasi oleh Perempuan (86,67%) dimana meskipun 33,33% mahasiswa telah sampai pada tahap penyusunan naskah akhir, masih terdapat mahasiswa yang belum melakukan seminar proposal (6,67%). Tahap kegiatan selanjutnya adalah memberikan edukasi perawatan diri mandiri menggunakan panduan “I can tertib tapsile”. Panduan ini telah memiliki hak cipta dan karyanya dalam bentuk banner telah ditempatkan di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram. Tahap ketiga adalah pemberian intervensi FGD BERCANDA yang terbagi menjadi dua sesi dengan jeda antar sesi adalah 7 hari. Hasil yang diperoleh dari intervensi tersebut adalah adanya penurunan rerata skor ESSA sebesar 6,86±9,23 dari 52,60±12,95 pada saat penjaringan menjadi 45,57±9,69 pasca pemberian intervensi FGD BERCANDA yang kedua. Selain itu, dilakukan evaluasi menggunakan kuesioner terbuka untuk mengetahui perspektif mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini dimana hampir sebagian besar peserta menyatakan jika kegiatan ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi diri mereka, meskipun terdapat kekurangan seperti kurangnya privasi.