p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN HANDRUB SEBAGAI UPAYA PREVENTIF COVID-19 DI LINGKUNGAN PESANTREN Raisya Hasina; Siti Rahmatul Aini; Iman Surya Pratama; Ni Made Amelia Ratnata Dewi; Candra Eka Puspitasari; Muhammad Abdurrahman Fardiaz; Nurmayanggi Aulia Safitri
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i1.858

Abstract

One of the things that causes the rapid spread of the virus is dirty hands. To overcome this, you can do it by keeping your hands clean by using a handrub. Handrub is a health product that is widely used by people during the COVID-19 pandemic. This activity aims to train students to make handrubs and produce a health product that is used for the wider community as a way to prevent COVID-19 infection in Islamic boarding schools. The training was carried out at the Sekarbela Nurul Islam Islamic boarding school through lecture, discussion and practice methods with the aim of increasing knowledge through counseling activities and making handrub formulations as an effort to prevent COVID-19 infection in the pesantren environment. Partners in this community service activity are 23 students of Pondok Nurul Islam Sekarbela. This training activity was carried out by Mataram University lecturers in 4 stages, namely: preparation, counseling on material about Covid-19, PHBS Demonstration (Clean and healthy living behavior) and Handrub making activities in practice. The preparatory stage is in the form of discussions with the board of the Islamic boarding school for community service at Pondok Nurul Islam Sekarbela regarding the schedule for carrying out activities. The implementation phase is carried out in three sessions. The first session was to present counseling material about Covid-19. The second session was demonstrating PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) and hand washing dance. The third stage is the practice of making handrub directly in front of the students. This service activity received a good response. From the implementation of this counseling activity, it can increase knowledge related to Covid-19 prevention, PHBS and students have skills in making handrub.
INTERVENSI “BERCANDA” MENGGUNAKAN “I CAN TERTIB TAPSILE” SEBAGAI PENDEKATAN INTEGRATIF UNTUK MENGELOLA STRES AKADEMIK Candra Eka Puspitasari; Irma Santika Putri; Dian Puspita Sari; Baiq Safitri Lestari; Nur Indah Agustini; Amalia Roziqin Izzati
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 7 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i7.4052

Abstract

Mahasiswa farmasi secara global memiliki kerentanan mengalami masalah kesehatan mental yang cukup signifikan. Studi pendahuluan yang telah dilakukan terhadap mahasiswa farmasi Universitas Mataram menunjukkan hasil yang cukup mengkhawatirkan, khususnya pada kelompok mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Hal ini mendasari perlunya intervensi lebih lanjut yang terintegrasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memfasilitasi mahasiswa farmasi yang sedang menyelesaikan skripsi untuk mengatasi stress akademik yang dihadapi sehingga mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu. Tahapan kegiatan yang pertama adalah melakukan penjaringan (pretest) menggunakan instrument ESSA (Educational Stress Scale for Adolescents). Mahasiswa yang memiliki skor ESSA sedang hingga tinggi dimintai kesediaannya untuk terlibat dalam FGD BERCANDA (Forum Group Discussion Behaviour Counselling Group to Reduce Academic Stress and Drug Abuse). Mahasiswa yang terlibat didominasi oleh Perempuan (86,67%) dimana meskipun 33,33% mahasiswa telah sampai pada tahap penyusunan naskah akhir, masih terdapat mahasiswa yang belum melakukan seminar proposal (6,67%). Tahap kegiatan selanjutnya adalah memberikan edukasi perawatan diri mandiri menggunakan panduan “I can tertib tapsile”. Panduan ini telah memiliki hak cipta dan karyanya dalam bentuk banner telah ditempatkan di lingkungan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram. Tahap ketiga adalah pemberian intervensi FGD BERCANDA yang terbagi menjadi dua sesi dengan jeda antar sesi adalah 7 hari. Hasil yang diperoleh dari intervensi tersebut adalah adanya penurunan rerata skor ESSA sebesar 6,86±9,23 dari 52,60±12,95 pada saat penjaringan menjadi 45,57±9,69 pasca pemberian intervensi FGD BERCANDA yang kedua. Selain itu, dilakukan evaluasi menggunakan kuesioner terbuka untuk mengetahui perspektif mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini dimana hampir sebagian besar peserta menyatakan jika kegiatan ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi diri mereka, meskipun terdapat kekurangan seperti kurangnya privasi.