Data nasional menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi telah mencapai proporsi yang relatif tinggi, tetapi penelitian berbasis SKI 2023 tetap menemukan variasi penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada perempuan usia reproduktif di Indonesia melalui perspektif Islam. Penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh determinan yang kompleks, termasuk nilai keagamaan yang memerlukan pendekatan multidimensional, bukan sekadar penyediaan akses medis. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Analisis data dilakukan dengan uji Rao-Scott Chi-Square menggunakan prosedur Complex Samples. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara umur dengan penggunaan kontrasepsi (p=0,812). Namun, temuan menarik menunjukkan tingkat keengganan menggunakan kontrasepsi justru lebih tinggi pada kelompok perempuan berpendidikan tinggi (38,1%), wanita pekerja (32,3%), dan penduduk perkotaan (29,4%). Penolakan ini dipicu oleh keraguan kritis terhadap efek samping medis, kelelahan akibat konflik peran ganda, serta misinformasi pemahaman keagamaan. Kesimpulannya, pendekatan bimbingan konseling Islam yang rasional sangat krusial untuk dilibatkan. Konseling tersebut perlu menekankan prinsip kesalingan tanggung jawab suami istri (mubaadalah) serta pemahaman kontrasepsi sebagai bagian dari upaya memelihara keselamatan jiwa (hifdz an-nafs) Kata Kunci : Penggunaan Kontrasepsi, Persfektif Islam, Kesehatan Reproduksi.