Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi dalam Perspektif Bimbingan Konseling Islam Yeni Fitri Wahyuni; Muhammad Syahfitra; Wanda Fitri; Zakirman Zakirman
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 17, No 01 (2026): Volume 17 No.01 Tahun 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jbki.v17i01.14839

Abstract

Data nasional menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi telah mencapai proporsi yang relatif tinggi, tetapi penelitian berbasis SKI 2023 tetap menemukan variasi penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi pada perempuan usia reproduktif di Indonesia melalui perspektif Islam. Penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh determinan yang kompleks, termasuk nilai keagamaan yang memerlukan pendekatan multidimensional, bukan sekadar penyediaan akses medis. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Analisis data dilakukan dengan uji Rao-Scott Chi-Square menggunakan prosedur Complex Samples. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara umur dengan penggunaan kontrasepsi (p=0,812). Namun, temuan menarik menunjukkan tingkat keengganan menggunakan kontrasepsi justru lebih tinggi pada kelompok perempuan berpendidikan tinggi (38,1%), wanita pekerja (32,3%), dan penduduk perkotaan (29,4%). Penolakan ini dipicu oleh keraguan kritis terhadap efek samping medis, kelelahan akibat konflik peran ganda, serta misinformasi pemahaman keagamaan. Kesimpulannya, pendekatan bimbingan konseling Islam yang rasional sangat krusial untuk dilibatkan. Konseling tersebut perlu menekankan prinsip kesalingan tanggung jawab suami istri (mubaadalah) serta pemahaman kontrasepsi sebagai bagian dari upaya memelihara keselamatan jiwa (hifdz an-nafs) Kata Kunci : Penggunaan Kontrasepsi, Persfektif Islam, Kesehatan Reproduksi.
Cross-Madhhab Reception of Subul al-Salam: An Analytical Study of Hadith Instruction at Pondok Pesantren Nurul Yaqin, West Sumatera Zakirman Zakirman; Shafwatul Bary; Elva Mahmudi
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 7, No 1 (2026): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v7i1.360

Abstract

It is widely acknowledged that hadith education in Indonesian pesantren primarily relies on classical Sunni commentaries. However, how a Zaydi hadith commentary such as Subul al-Salām is received and taught in a Sunni pesantren remains underexplored, especially from a reception theory perspective. Addressing this issue is essential for advancing understanding of cross-sectarian textual negotiation and pedagogical authority in Islamic education. This study asks two questions: (1) How do teachers and students receive and understand Subul al-Salām in hadith learning? (2) How are differences between al-Shanʿānī's views and Shāfiʿī jurisprudence negotiated in the classroom? Drawing on classroom observations and interviews at a West Sumatran pesantren for six months, this ethnographic study employs Jauss's horizon of expectations and Iser's implied reader as its analytical framework. The findings reveal that the reception of Subul al-Salām is selective and integrative. Teachers legitimize the text within Sunni orthodoxy through interpretive filtering and comparative reference to Sunni scholars, while students accept it due to its argumentative strength and their teachers' authority. Regarding the second question, differences are negotiated through teacher guidance that marks alternative opinions as non-binding. These findings challenge the assumption that pesantren are doctrinally insular, demonstrating instead their capacity to moderate cross-madhhab engagement through dialogical pedagogy. This study contributes to hadith studies and Islamic education by offering an empirical model of inter-madhhab reception. [Telah diketahui secara luas bahwa pembelajaran hadis di pesantren Indonesia terutama mengandalkan kitab-kitab syarah karya ulama Sunni. Namun, bagaimana sebuah kitab syarah hadis dari tradisi Zaidiyah seperti Subul al-Salām diterima dan diajarkan di pesantren Sunni masih jarang diteliti, terutama dari perspektif teori resepsi. Mengkaji persoalan ini penting untuk memajukan pemahaman tentang negosiasi tekstual lintas mazhab dan otoritas pedagogis dalam pendidikan Islam. Penelitian ini mengajukan dua pertanyaan: (1) Bagaimana guru dan santri menerima serta memahami Subul al-Salām dalam pembelajaran hadis? (2) Bagaimana perbedaan antara pandangan al-Shanʿānī dan fikih Syāfiʿī dinegosiasikan di dalam kelas? Berdasarkan observasi kelas dan wawancara di sebuah pesantren di Sumatera Barat selama enam bulan, studi etnografis ini menggunakan horizon harapan Jauss dan implied reader Iser sebagai kerangka analisisnya. Temuan menunjukkan bahwa resepsi terhadap Subul al-Salām bersifat selektif dan integratif. Para guru melegitimasi teks tersebut dalam kerangka ortodoksi Sunni melalui penyaringan interpretatif dan rujukan komparatif kepada ulama Sunni, sementara para santri menerimanya karena kekuatan argumentatif kitab tersebut dan otoritas guru mereka. Mengenai pertanyaan kedua, perbedaan dinegosiasikan melalui bimbingan guru yang menandai pendapat-pendapat alternatif sebagai tidak mengikat. Temuan ini menantang anggapan bahwa pesantren bersifat tertutup secara doktrinal, dan justru menunjukkan kapasitasnya untuk memoderasi interaksi lintas mazhab melalui pedagogi yang dialogis. Penelitian ini berkontribusi pada studi hadis dan pendidikan Islam dengan menawarkan model empiris resepsi lintas mazhab.]