Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN TATA KELOLA HALAL PADA RUMAH POTONG HEWAN BERBASIS HUKUM DAN ETIKA ISLAM Farid Madani
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1968

Abstract

Ketersediaan produk hewani yang terjamin kehalalannya menjadi tuntutan mendesak dalam sistem pangan global. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola halal pada Rumah Potong Hewan (RPH) melalui pendekatan berbasis hukum positif dan etika Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif, yang bertujuan untuk menganalisis tata kelola halal pada Rumah Potong Hewan (RPH) dari perspektif hukum positif dan etika Islam. Pendekatan normatif digunakan untuk menelaah peraturan perundang-undangan, fatwa keagamaan, dan prinsip syariah yang berkaitan dengan penyembelihan hewan dan manajemen rantai pasok halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam implementasi halal di RPH bukan hanya terletak pada infrastruktur dan sertifikasi, tetapi juga pada lemahnya pemahaman aktor terhadap nilai-nilai maqasid syariah, seperti perlindungan jiwa dan keberlangsungan lingkungan. Integrasi antara norma hukum formal (seperti UU JPH dan regulasi BPJPH) dengan prinsip etika Islam menghasilkan model tata kelola yang lebih utuh, adaptif, dan spiritual. Penelitian ini menghadirkan pendekatan baru yang menggabungkan norma hukum positif (seperti UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal) dengan etika Islam berbasis maqasid syariah dalam konteks tata kelola Rumah Potong Hewan (RPH). Model ini belum banyak diulas secara sistematis dalam literatur terdahulu yang cenderung memisahkan aspek hukum dan syariah secara sektoral. Penelitian ini turut memperkuat ekosistem halal nasional dengan mengedepankan prinsip tanggung jawab sosial dan religius dalam penyediaan produk hewani yang thayyib bagi masyarakat Muslim.
Keadilan Distribusi dalam Pemerataan Ekonomi di Indonesia Timur Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) dan Maqāṣid al-Syarī’ah Farid Madani; Nurul Fadhilah Farid; Aulia Nurhikmah
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 4 No. 2 (2026): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v4i2.3761

Abstract

Ketimpangan distribusi barang dan akses ekonomi masih menjadi persoalan pembangunan di Indonesia Timur akibat karakter geografis kepulauan, keterbatasan konektivitas, tingginya biaya logistik, dan ketidakmerataan infrastruktur. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi disparitas harga dan keterjangkauan kebutuhan dasar, tetapi juga membatasi akses pasar bagi produsen lokal sehingga memperlebar kesenjangan kesejahteraan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan distribusi dan pemerataan ekonomi di Indonesia Timur melalui kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) dan Maqāṣid al-Syarī’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis dan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kebijakan, dan filosofis. Bahan hukum dan data sekunder mengenai Sislognas, Tol Laut, National Logistics Ecosystem (NLE), konektivitas multimoda, dan distribusi wilayah dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan distribusi memiliki dua dimensi yang saling berkaitan, yaitu keadilan konsumsi berupa keterjangkauan kebutuhan dasar dan keadilan produksi berupa keterbukaan akses pasar bagi produsen daerah. Efektivitas kebijakan logistik tidak cukup dinilai dari efisiensi biaya dan kelancaran arus barang, tetapi juga dari dampaknya terhadap daya beli, muatan balik, akses pasar, dan pengurangan ketimpangan wilayah. Dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah, orientasi tersebut bertumpu pada al-‘adl, hifz al-mal, hifz al-nafs, dan maslahah ‘ammah. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi tata kelola logistik berbasis keadilan distribusi yang mempertemukan indikator SDGs dengan Maqāṣid al-Syarī’ah sebagai kerangka evaluasi kebijakan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan hukum Islam kontemporer dan perumusan kebijakan logistik yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.