M Chairul Anam
Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Characterpreneurship dalam Penguatan Kewirausahaan Pesantren: Studi Kasus di Pesantren Al Haramain dan Darul Hikmah, Lombok Barat M Chairul Anam; Baiq Sarlita Kartiani; Khairul Huda; M Faqih
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18700

Abstract

Abstract: This study aims to analyze characterpreneurship leadership in strengthening pesantren-based entrepreneurship at Pesantren Al Haramain and Pesantren Darul Hikmah, West Lombok. Characterpreneurship is understood as a leadership practice that integrates character values, Islamic spirituality, and concrete entrepreneurial action through leader exemplarity. This study employed a qualitative approach using a collective case study design with an ethnographic orientation. Data were collected through semi-structured interviews, limited participatory observation, and document analysis related to pesantren business units. Data analysis involved data reduction, thematic coding, data display, cross-case synthesis, and conclusion drawing. The findings reveal four main themes: perseverance, humility, responsibility, and fighting spirit form the foundation of leadership; value internalization occurs through leader exemplarity in productive activities; business units such as agribusiness, Mini Bank, Haramain Bakery, NH-Mart, handicrafts, and herbal production function as experiential entrepreneurship learning spaces; and these practices contribute to students’ independence, work discipline, and responsibility. The study confirms that pesantren entrepreneurship should not be understood merely as an economic activity but also as an experiential character education process. The findings imply the need to strengthen pesantren entrepreneurship curricula by integrating leader exemplarity, business practice, and Islamic value reflection. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan characterpreneurship dalam penguatan kewirausahaan pesantren di Pesantren Al Haramain dan Pesantren Darul Hikmah, Lombok Barat. Characterpreneurship dipahami sebagai praktik kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai karakter, spiritualitas Islam, dan tindakan kewirausahaan konkret melalui keteladanan pimpinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif dan orientasi etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen terkait unit usaha pesantren. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, penyajian data, sintesis lintas kasus, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: nilai ketekunan, kerendahan hati, tanggung jawab, dan semangat juang menjadi fondasi kepemimpinan; internalisasi nilai berlangsung melalui keteladanan pimpinan dalam aktivitas produktif; unit usaha seperti agrobisnis, Mini Bank, Haramain Bakery, NH-Mart, kerajinan, dan produksi herbal menjadi ruang belajar kewirausahaan; serta praktik tersebut berkontribusi pada pembentukan kemandirian, disiplin kerja, dan tanggung jawab santri. Penelitian ini menegaskan bahwa kewirausahaan pesantren tidak hanya dapat dipahami sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai proses pendidikan karakter berbasis pengalaman. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan kurikulum kewirausahaan pesantren yang menggabungkan keteladanan, praktik usaha, dan refleksi nilai Islam.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA KELAS VIII SMP Zohairatul Badriah; Mujiburrahman Mujiburrahman; M Chairul Anam
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.15306

Abstract

ABSTRACT Truancy among junior high school students can disrupt the learning process, discipline, and the development of personal responsibility, highlighting the need for appropriate student support. This study aimed to examine the effectiveness of group counseling services in reducing truancy behavior among eighth-grade students at SMP Negeri 4 Narmada. The study employed an experimental method using a One Group Pretest-Posttest Design. The participants were nine students with high levels of truancy, selected through purposive sampling. Data were collected using closed-ended and open-ended questionnaires, as well as interviews as supporting data. Group counseling services were provided to the participants, and their truancy scores before and after the intervention were compared using a t-test. The analysis yielded a calculated t-value of 13.21, which exceeded the critical t-value of 2.306 at the 5% significance level, with 8 degrees of freedom. These results indicate a difference in truancy scores before and after the counseling intervention. Therefore, group counseling may serve as an alternative support strategy for students who exhibit a tendency to engage in truancy. Its implementation can be accompanied by attendance monitoring and collaboration among guidance and counseling teachers, school personnel, and parents. Since the study did not include a control group, the findings should be interpreted with caution. ABSTRAK Perilaku membolos pada siswa sekolah menengah pertama dapat mengganggu proses pembelajaran, kedisiplinan, dan perkembangan tanggung jawab siswa sehingga diperlukan upaya pendampingan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dalam mengurangi perilaku membolos siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Narmada. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas sembilan siswa yang memiliki tingkat perilaku membolos tinggi dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup, angket terbuka, serta wawancara sebagai data pendukung. Layanan konseling kelompok diberikan kepada subjek, kemudian skor perilaku membolos sebelum dan sesudah layanan dibandingkan menggunakan uji t-test. Hasil analisis memperoleh nilai sebesar 13,21, lebih besar daripada sebesar 2,306 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 8. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan skor perilaku membolos sebelum dan sesudah pemberian layanan. Dengan demikian, konseling kelompok berpotensi menjadi salah satu alternatif pendampingan bagi siswa yang menunjukkan kecenderungan membolos. Penerapannya dapat disertai pemantauan kehadiran dan kerja sama antara guru Bimbingan dan Konseling, pihak sekolah, serta orang tua. Karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati.