Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASA COVID 19 MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK B DI TK NEGERI 01 WANASABA TAHUN AJARAN 2021/2022 Khairul Huda
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Vol. 2 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ jsm.v2i12.508

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah bagaimana meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perilaku hidup bersih dan sehat melalui metode demonstrasi, sedangkan tujuan penelitian adalah Meningkatkan pengetahuna dan pemahamana perilaku hidup bersih dan seshata melalui metode demonstrasi di kelompok b TK Negeri 01 Wanasaba kecamatan wanasaba kabupaen Lombok .Penelitian ini menggunakan penelitian tidakan kelas,subjek penelitian adalah kelompok B yang berusia 5-6 Tahun yang berjumlah 15 orang yang terdiri dari 6 orang laki-laki 9 orang perempuan.Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan Dokumentasi.Teknik Analisis data yang digunakan analisis data deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian Tindakan kelas yang dilakukan pada saat pra Tindakan perilaku hidup bersih dan sehat melalui metode demonstrasi, Pada kondisi awal sebelum tindakan sebesar 30% pada siklus I meningkat menjadi 60% dan pada siklus II menjadi 90%. Penelitian dihentikan sampai siklus II karena sudah memenuhi criteria keberhasilan yang telah ditentukan yaitu minimal 80% dari keseluruhan anak perilaku hidup bersih dan sehatnya berada pada kriteria berkembang baik sesuai harapan.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI CERITA FIKSI KELAS V SDN 1 MAMBEN TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Rohana Maryati; Khairul Huda; Hadiyaturridho Hadiyaturridho
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v9i1.7270

Abstract

Rohana Maryati (2022). Improving Students' Speaking Skills Using the Sosiodrama Method in Indonesian Subject Fiction Story Material for Class V SDN 1 Mamben Daya for the 2022/2023 Academic Year. This research is a class action research. The subjects in this study were fifth grade students at SDN 1 Mamben Daya. The stages in this research are planning, implementation, observation, and reflection. This research was conducted during the second cycle, which held 8 meetings in each cycle. The results of observations of student activity in cycle I, namely, 57% were classified as criteria (good enough), and in cycle II increased to 68%, classified as criteria (good). This proves that using the sociodrama method in the learning process can increase student activity. The results of the student practice tests in cycle I with the percentage of classical completeness, namely 47.37%, are classified as criteria (good enough). And for the average value in cycle I, namely 55.53. In cycle II there was an increase, where the results of the classical completeness percentage were 63.16%, classified as criteria (good), and the average value was 65.79. The results of students' practical tests in playing drama were assessed based on assessment indicators, namely, accuracy of speech, intonation, expression, fluency, and confidence. The results of this analysis can be concluded that the sociodrama method can improve the speaking skills of fifth grade students at SDN 1 Mamben Daya.Keywords: speaking skill, sociodrama method.Rohana Maryati (2022). Meningkatkan keterampilan Berbicara Siswa Menggunakan Metode Sosiodrama Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Cerita Fiksi Kelas V SDN 1 Mamben Daya Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Mamben  Daya. Tahapan  dalam penelitian ini adalah  perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan  refleksi. Penelitian ini dilaksanakan selama II siklus, yang dilaksanakan 8 kali pertemuan disetiap siklusnya. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu, 57% tergolong kriteria (cukup baik), dan pada siklus II meningkat menjadi 68%, tergolong kriteria (baik). Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan metode sosiodrama pada proses pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa. Hasil tes praktik siswa pada siklus I dengan presentase ketuntasan klasikal yaitu 47,37% tergolong kriteria (cukup baik)., dan untuk nilai rata-rata pada siklus I yaitu 55,53. Pada siklus II mengalami peningkatan, dimana hasil presentase ketuntasan klasikal yaitu  63,16%,tergolong kriteria (baik), dan nilai rata-rata  yaitu 65,79. Hasil tes praktik siswa dalam bermain drama dinilai berdasarkan indikator penilain yaitu, ketepatan ucapan, intonasi, ekspresi, kelancaran, dan percaya diri. Hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 1 Mamben Daya.Keywords: keterampilan berbicara, metode sosiodrama.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Pertumbuhan Anak Stunting Di Desa Pemenang Timur Tahun 2024 Khairul Huda; Nurul Iman
Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum Vol. 1 No. 2 (2025): Desember, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum
Publisher : Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kejadian stunting adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan anak stunting di Desa Pemenang Timur tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 125 orang tua yang memiliki anak stunting. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup skala Likert. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan anak stunting. Pola asuh permisif cenderung berkontribusi terhadap rendahnya pemahaman orang tua mengenai kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Strategi Komunikasi Guru Tk Al-Bina Dalam Membina Kemampuan Menghafal Ayat-Ayat Pendek TK Al-Bina Sakra Timur Tahun Ajaran 2025 Khairul Huda; Rahman; Mujmal
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Desember, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk melatih guru dalam Strategi Komunikasi Guru Dalam Membina Kemampuan Menghafal Ayat-ayat (Surat) Pendek di TK Al-bina Desa Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Hal ini didasarkan atas masih kurangnya pengalaman dan keterampilan guru dalam mengemabangkan strategi menghafal ayat-ayat pendek dalam Al-qur;an. Target khusus yang dicapai dari kegiatan pelatihan ini adalah memberikan penguatan serta meningkatkan kecakapan guru dalam menggunakan Strategi Komunikasi Guru Dalam Membina Kemampuan Menghafal Ayat-ayat (Surat) Pendek. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan yang bersifat partisipatif. semua guru yang ada di lembaga tersebut menjadi peserta pelatihan dalam pengabdian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi pemberian materi mengenai strategi komunikasi dan metode Guru Dalam Membina Kemampuan Menghafal Ayat-ayat Pendek. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penguatan dan kemampuan guru dalam strategi komunikasi guru dalam membina kemampuan menghafal ayat-ayat (surat) pendek. Setelah penguatan konseptual, kemudian melakukan pendampingan intensif dalam praktik evaluasi dengan berdasar pada mekanisme evaluasi program yang terstandar mulai dari pemilihan program yang akan dievaluasi, formulasi tujuan, penentuan model evaluasi yang digunakan, pengembangan instrumen, pengumpula data, dan analisis data dari hasil evaluasi program. Untuk menjaga keberlanjutan hasil dari kegiatan ini, pendampingan terus dilakukan antara guru dengan Tim Pelaksan pengabdian sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat tercapai secara optimal.
Development of a Project-Based Learning Model Using Science Games to Enhance Social Skills in Early Childhood Khairul Huda; Sofia Hartati; Ade Dwi Utami
Journal of Educational Studies Vol. 4 No. 2 (2026): July
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v4i2.2495

Abstract

Social skills in early childhood are the primary foundation for future success, as through these skills children learn to build relationships, cooperate, understand others’ feelings, and adapt to increasingly complex social environments. However, in early childhood education (PAUD) practices, the development of social skills is often not optimally facilitated through enjoyable and meaningful activities. This study aims to develop a Project-Based Science Play Learning Model (ProperSains) to enhance the social skills of young children. The study employed a Research and Development (R&D) approach following the Borg and Gall framework. The research sample consisted of 73 children aged 5–6 years, selected using a purposive sampling technique, including 9 children in the limited trial, 32 children in the large-scale trial, and 32 children in the operational field trial. The research instruments included questionnaires, social skills assessment sheets, and model implementation observation sheets. Data were analyzed using both qualitative and quantitative techniques. The results indicated that: (1) the preliminary study revealed that most teachers had not yet fully understood or implemented the project-based science play learning model; nevertheless, the majority of teachers expressed the need for its application in early childhood education institutions in East Lombok Regency; (2) the ProperSains learning model was successfully developed through the systematic stages of Research and Development (R&D) based on the Borg and Gall framework; (3) the developed ProperSains model was proven to be feasible and practical in improving the social skills of children aged 5–6 years; and (4) the ProperSains model was effective in enhancing early childhood social skills, particularly in aspects of cooperation, communication, sharing, participation, and adaptation. In conclusion, the ProperSains model is a valid, practical, and effective learning model for fostering social skills among children aged 5–6 years. These findings suggest that the model has the potential to be implemented in early childhood education settings with similar characteristics, making it a promising alternative pedagogical approach for promoting children's social development through project-based science play activities. Further studies involving broader geographical contexts and more diverse participant characteristics are recommended to strengthen the generalizability of the findings.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 1 Gisting Atas Tahun Pelajaran 2025/2026 Khairul Huda; Rahma Pratiwi
Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum Vol. 2 No. 1 (2026): Juni, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum
Publisher : Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa Matematika Kelas IV SD Negeri 1 Gisting Atas Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2025/2026. Nilai aktivitas siswa setelah mereka diajarkan dan dipelajari dikenal sebagai hasil belajar siswa. Hasil didasarkan pada seberapa baik siswa telah mempelajari materi yang mereka pelajari. Metode demonstrasi melibatkan mempraktekkan suatu proses atau objek tertentu yang dipelajari di depan siswa—baik dalam kehidupan nyata maupun dalam peniruan—bersama dengan penjelasan lisan. Metode demonstrasi digunakan pada siswa Kelas IV SD Negeri 1 Gisting Atas Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dan hasilnya sangat baik. Hal ini terlihat dari penelitian guru pada siklus I hasil belajar masing-masing 65,45 dan 82,75, dengan 75 persen siswa mencapai ketuntasan belajar pada siklus I dan 90,09 persen pada siklus II. Temuan analisis penelitian ini mendukung hipotesis tindakan bermakna dengan menunjukkan bahwa siswa Kelas IV SD Negeri 1 Gisting Atas Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus dapat memanfaatkan penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran matematika.
Kepemimpinan Characterpreneurship dalam Penguatan Kewirausahaan Pesantren: Studi Kasus di Pesantren Al Haramain dan Darul Hikmah, Lombok Barat M Chairul Anam; Baiq Sarlita Kartiani; Khairul Huda; M Faqih
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18700

Abstract

Abstract: This study aims to analyze characterpreneurship leadership in strengthening pesantren-based entrepreneurship at Pesantren Al Haramain and Pesantren Darul Hikmah, West Lombok. Characterpreneurship is understood as a leadership practice that integrates character values, Islamic spirituality, and concrete entrepreneurial action through leader exemplarity. This study employed a qualitative approach using a collective case study design with an ethnographic orientation. Data were collected through semi-structured interviews, limited participatory observation, and document analysis related to pesantren business units. Data analysis involved data reduction, thematic coding, data display, cross-case synthesis, and conclusion drawing. The findings reveal four main themes: perseverance, humility, responsibility, and fighting spirit form the foundation of leadership; value internalization occurs through leader exemplarity in productive activities; business units such as agribusiness, Mini Bank, Haramain Bakery, NH-Mart, handicrafts, and herbal production function as experiential entrepreneurship learning spaces; and these practices contribute to students’ independence, work discipline, and responsibility. The study confirms that pesantren entrepreneurship should not be understood merely as an economic activity but also as an experiential character education process. The findings imply the need to strengthen pesantren entrepreneurship curricula by integrating leader exemplarity, business practice, and Islamic value reflection. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan characterpreneurship dalam penguatan kewirausahaan pesantren di Pesantren Al Haramain dan Pesantren Darul Hikmah, Lombok Barat. Characterpreneurship dipahami sebagai praktik kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai karakter, spiritualitas Islam, dan tindakan kewirausahaan konkret melalui keteladanan pimpinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif dan orientasi etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen terkait unit usaha pesantren. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, penyajian data, sintesis lintas kasus, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: nilai ketekunan, kerendahan hati, tanggung jawab, dan semangat juang menjadi fondasi kepemimpinan; internalisasi nilai berlangsung melalui keteladanan pimpinan dalam aktivitas produktif; unit usaha seperti agrobisnis, Mini Bank, Haramain Bakery, NH-Mart, kerajinan, dan produksi herbal menjadi ruang belajar kewirausahaan; serta praktik tersebut berkontribusi pada pembentukan kemandirian, disiplin kerja, dan tanggung jawab santri. Penelitian ini menegaskan bahwa kewirausahaan pesantren tidak hanya dapat dipahami sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai proses pendidikan karakter berbasis pengalaman. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan kurikulum kewirausahaan pesantren yang menggabungkan keteladanan, praktik usaha, dan refleksi nilai Islam.
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK PGRI 07 AIKMEL Rahma Suraya; Sarilah Sarilah; Ni Made Sulastri; Khairul Huda
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.15221

Abstract

ABSTRACT Independence is an important aspect of early childhood development; however, some children still tend to depend on adults in carrying out daily activities. This condition is assumed to be related to parenting practices, particularly permissive parenting, which provides children with considerable freedom without adequate boundaries and supervision. This study aimed to determine the level of permissive parenting, the level of independence among children aged 4–6 years, and the relationship between parental permissive parenting and children’s independence at TK PGRI 07 Aikmel in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 46 children from Classes A and B, with a sample of 20 children selected using purposive sampling. Data were collected through two Likert-scale questionnaires, each consisting of 20 items, to measure parental permissive parenting and children’s independence. The data were analyzed using SPSS version 26.0 through a normality test followed by the Spearman Rank Order correlation test because the data were not normally distributed. The results showed that parental permissive parenting was categorized as moderate at 70%, while children’s independence was also categorized as moderate at 60%. The correlation test yielded a coefficient of -0.821 with a significance value of 0.000 (p<0.05). Therefore, H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a significant and very strong negative relationship between parental permissive parenting and children’s independence. This finding means that the higher the tendency toward permissive parenting, the lower the level of children’s independence. ABSTRAK Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun dalam aktivitas sehari-hari masih ditemukan anak yang cenderung bergantung pada bantuan orang dewasa. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pola asuh orang tua, khususnya pola asuh permisif yang memberikan kebebasan kepada anak tanpa batasan dan pengawasan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pola asuh permisif orang tua, tingkat kemandirian anak usia 4–6 tahun, serta hubungan antara pola asuh permisif orang tua dengan kemandirian anak di TK PGRI 07 Aikmel Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 46 anak dari Kelas A dan B, dengan sampel sebanyak 20 anak yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui angket skala Likert yang masing-masing terdiri atas 20 butir untuk mengukur pola asuh permisif orang tua dan kemandirian anak. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26.0 melalui uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman Rank Order karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif orang tua berada pada kategori sedang sebesar 70%, sedangkan kemandirian anak berada pada kategori sedang sebesar 60%. Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,821 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat hubungan negatif yang signifikan dan sangat kuat antara pola asuh permisif orang tua dengan kemandirian anak. Artinya, semakin tinggi kecenderungan pola asuh permisif orang tua, semakin rendah tingkat kemandirian anak.