Thufail Falah
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendidikan Keluarga dalam Transfer Pengetahuan Pangan Lokal Rasi pada Masyarakat Kampung Adat Cireundeu Thufail Falah; Dewa Hartanto; Muhammad Fakhri Rizqullah; Salwa Dongoran; Tiffany Adristi; Purnomo; Diemas Arya Komara
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19319

Abstract

Abstract: The sustainability of local cassava-based food (rasi) in the Cireundeu Indigenous Community faces challenges due to modernization and social change, particularly among younger generations. Although Kampung Adat Cireundeu has been studied widely in terms of food security and local wisdom, research that specifically examines the mechanism of knowledge transfer within family education as the foundation for the sustainability of rasi as local food remains limited. This study aims to describe the role of family education in the knowledge transfer process related to the preservation of local food values and practices. The study employed a qualitative approach with a case study method. Research participants consisted of traditional leaders, heads of families, and youth selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using an interactive and cyclical model proposed by Miles and Huberman. The findings indicate that families function as the central agents of knowledge transfer through role modeling, habituation, direct interaction, and the involvement of younger generations in rasi processing and consumption practices. The knowledge transmission process occurs informally and is integrated into daily life and customary activities, such as the kurasan tradition. Family education not only transmits technical skills related to rasi processing but also instills philosophical values, cultural identity, and awareness of local food security. Active youth participation reflects the continuity of intergenerational knowledge transmission, although it continues to face challenges from modernization and shifting consumption patterns. The novelty of this study lies in mapping the family-based mechanism of knowledge transfer that integrates role modeling, habituation, advice, supervision, the kurasan customary tradition, and the transformation of meaning-delivery from traditional commands to rational-scientific explanations adapted to the younger generation’s logical reasoning. This study highlights the significant contribution of family education to sustaining local food systems and preserving indigenous cultural identity. Abstrak: Keberlanjutan pangan lokal berbasis singkong (rasi) pada masyarakat Kampung Adat Cireundeu menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan sosial, khususnya pada generasi muda. Meskipun Kampung Adat Cireundeu telah banyak dikaji dari perspektif ketahanan pangan dan kearifan lokal, kajian yang secara khusus menelaah mekanisme transfer pengetahuan dalam pendidikan keluarga sebagai basis keberlanjutan pangan lokal rasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidikan keluarga dalam proses transfer knowledge terhadap pelestarian nilai dan praktik budaya pangan lokal rasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi tokoh adat, kepala keluarga, dan generasi muda yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan siklis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pusat utama transfer knowledge melalui keteladanan, pembiasaan, interaksi langsung, serta keterlibatan generasi muda dalam aktivitas pengolahan dan konsumsi rasi. Proses pewarisan pengetahuan berlangsung secara informal dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari serta kegiatan adat, seperti tradisi kurasan. Pendidikan keluarga tidak hanya mentransmisikan keterampilan teknis pengolahan rasi, tetapi juga menanamkan nilai filosofis, identitas budaya, dan kesadaran akan ketahanan pangan lokal. Keterlibatan aktif generasi muda menunjukkan keberlangsungan transfer knowledge lintas generasi, meskipun masih dihadapkan pada tantangan modernisasi dan perubahan pola konsumsi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan mekanisme transfer pengetahuan dalam keluarga adat Cireundeu yang memadukan keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengawasan, tradisi adat kurasan, serta transformasi cara penyampaian dari perintah tradisional menjadi penjelasan rasional-ilmiah yang disesuaikan dengan logika berpikir generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan keluarga memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal dan identitas budaya masyarakat adat.