Abstract: This study aims to examine role of family as a foundation for early childhood character education in digital era, while identifying factors that facilitate and hinder its implementation at Ana Menggia Kindergarten, Anggalomoare Village, Konawe Regency. The approach used was a qualitative case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation involving ten parents and two teachers, selected using a purposive sampling technique. Data analysis used Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicating consistent parental role models, regulation of digital technology use, and active mediation through reflective dialogue play a significantly role in supporting development of self-regulation, emotional control, discipline, and social adaptability in children. Consistency of family rules and alignment of values between family and school are key supporting factors. Conversely, unrestricted use of gadgets and low parental supervision are inhibiting factors in formation of children's character within family environment in context of parenting in the current digital era. Abstrak: Tujuannya dari penelitian ini guna menelaah peranan keluarga sebagai fondasi dalam pendidikan karakter anak usia dini di era digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi maupun menghambat pelaksanaannya di TK Ana Menggia, Desa Anggalomoare, Kabupaten Konawe. Pendekatan yang diterapkan yaitu kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, maupun dokumentasi dengan dilibatkannya 10 orang tua serta 2 guru yang dipilih dengan mengadopsi teknik purposive sampling. Proses analisa data dilaksanakan dengan mengadopsi model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwasanya keteladanan orang tua yang konsisten, pengaturan penggunaan teknologi digital, serta mediasi aktif melalui dialog reflektif berperan penting dalam mendukung perkembangan regulasi diri, pengendalian emosi, disiplin, dan kemampuan adaptasi sosial pada anak. Konsistensi aturan dalam keluarga dan keselarasan nilai antara keluarga dan sekolah menjadi faktor pendukung utama. Sebaliknya, penggunaan gawai tanpa batasan serta rendahnya pengawasan orang tua menjadi faktor penghambat pembentukan karakter anak di lingkungan keluarga pada konteks pengasuhan di era digital saat ini.