Abstract: The Package C equivalency education program requires learning activities that can accommodate heterogeneous learner profiles while sustaining participation. This study describes the implementation of an Artificial Intelligence (AI)-supported Word Wheel, learner and tutor responses, and facilitating and constraining factors at SKB Negeri Surabaya. A descriptive qualitative design involved 12 Grade X learners aged 18–20 years and one tutor. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation and analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing/verification, supported by first- and second-cycle coding and source and technique triangulation. The Word Wheel presented predetermined questions or challenges; learners provided answers, an AI system generated feedback on response accuracy and points requiring attention, and the tutor facilitated interpretation and use of the feedback. Findings showed positive motivational responses manifested in attention, curiosity, willingness to answer, active participation, persistence, task completion, peer interaction, and the use of AI feedback to review and correct answers. AI functioned as rapid feedback support rather than replacing tutor guidance or automatically adapting task difficulty. Main constraints were internet stability, device readiness, and differences in digital literacy. These findings indicate that an AI-supported gamified wheel can serve as an interactive learning support in Package C settings when accompanied by tutor facilitation and adequate technical preparation. Because the study is descriptive and does not use pre/post measurement or experimental comparison, the findings should not be interpreted as causal evidence of increased motivation. Abstrak: Program Pendidikan Kesetaraan Paket C memerlukan aktivitas pembelajaran yang dapat mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik sekaligus mempertahankan keterlibatan mereka. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan Word Wheel berbantuan Artificial Intelligence (AI), respons peserta didik dan tutor, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya di SKB Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan melibatkan 12 peserta didik kelas X berusia 18–20 tahun dan satu tutor. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan yang didukung first-cycle coding, second-cycle coding, triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Word Wheel menyajikan pertanyaan atau tantangan yang telah ditentukan sebelumnya; peserta didik memberikan jawaban, sistem AI menghasilkan umpan balik mengenai ketepatan jawaban dan bagian materi yang perlu diperhatikan, sedangkan tutor memfasilitasi pemaknaan dan penggunaan umpan balik tersebut. Temuan menunjukkan respons motivasional positif berupa perhatian, rasa ingin tahu, keberanian mencoba menjawab, partisipasi, ketekunan, penyelesaian aktivitas, interaksi dengan teman, serta pemanfaatan umpan balik AI untuk meninjau dan memperbaiki jawaban. AI berfungsi sebagai pendukung umpan balik cepat, bukan sebagai pengganti tutor atau sistem yang secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan. Kendala utama meliputi kestabilan jaringan, kesiapan perangkat, dan perbedaan literasi digital. Temuan menunjukkan bahwa Word Wheel berbantuan AI berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran interaktif pada Paket C apabila disertai pendampingan tutor dan kesiapan teknis. Karena desain penelitian bersifat deskriptif tanpa pengukuran sebelum–sesudah atau pembanding eksperimental, temuan tidak dimaknai sebagai bukti kausal peningkatan motivasi.