Hallucinations are predominant symptoms experienced by individuals with schizophrenia and may increase relapse risk if not managed comprehensively. Reports describing the implementation of Indonesian Nursing Standards (SDKI, SLKI, SIKI) in outpatient settings remain limited. This study aimed to describe the implementation of the psychiatric nursing process in a patient with schizophrenia experiencing visual hallucinations at the Neuropsychiatric Outpatient Clinic of Dr. Drs. M. Hatta Brain Hospital, Bukittinggi. A descriptive case study design was employed involving one purposively selected patient. Nursing care was provided over seven days using the Strategi Pelaksanaan (SP) approach. The findings demonstrated a reduction in hallucination frequency from 3 times to 0 times per day, an 85% increase in hallucination control scores, 100% medication adherence, and active family participation. The systematic implementation of SDKI, SLKI, and SIKI contributes to better hallucination management and provides practice-based evidence for outpatient mental health settings. ABSTRAK Gangguan persepsi sensori berupa halusinasi merupakan gejala utama skizofrenia yang berisiko meningkatkan kekambuhan serta perilaku berbahaya jika tidak ditangani secara komprehensif. Implementasi proses keperawatan berbasis Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) pada layanan rawat jalan masih jarang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan proses asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia dengan halusinasi penglihatan di Poli Klinik Neuro Psikiatrik Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Penelitian studi kasus deskriptif ini menggunakan purposive sampling pada satu pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi Strategi Pelaksanaan (SP) dilaksanakan selama tujuh hari melalui latihan menghardik, edukasi obat, bercakap-cakap, jadwal aktivitas, dan edukasi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan penurunan frekuensi halusinasi dari 3 kali menjadi 0 kali per hari, peningkatan skor kemampuan mengontrol halusinasi sebesar 85%, kepatuhan obat 100%, serta partisipasi aktif keluarga dalam pendampingan di rumah. Kesimpulannya, penerapan asuhan keperawatan berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI secara sistematis terbukti efektif mengontrol halusinasi dan dapat menjadi practice-based evidence pelayanan kesehatan jiwa rawat jalan.