Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN SERAT ECENG GONDOK DAN SUBSTITUSI PASIR SILIKA DENGAN CANGKANG KERANG TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN KETAHANAN BAKAR CALCIUM SILICATE BOARD Taryssa Cendekia Adiyanti Putri; Widya Emilia Primaningtyas; Farizi Rachman
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol. 9 No. 1 (2025): 9th Proceedings of Conference on Design Manufacture Engineering and its Applica
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cdma.v9i1.3663

Abstract

Pemanfaatan limbah organik menjadi bahan bangunan alternatif semakin penting di tengah isu lingkungan global. Melimpahnya limbah organik seperti cangkang kerang dan eceng gondok di daerah pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan bakar papan calcium silicate yang diperkuat dengan serat eceng gondok dan menggunakan serbuk cangkang kerang sebagai substitusi pasir silika. Cangkang kerang mengandung kalsium karbonat tinggi dan memiliki potensi sebagai bahan alternatif pengganti agregat halus, sedangkan eceng gondok dapat dijadikan penguat alami pada material komposit. Penelitian dilakukan dengan metode hand lay-up dan uji ketahanan bakar sesuai standar ORE Test Method A. Komposisi yang diuji melibatkan variasi fraksi volume serat eceng gondok sebesar 15% serta substitusi pasir silika dengan cangkang kerang sebesar 100%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa papan dengan 100% serbuk cangkang kerang mampu memadamkan api dalam 0 detik, menandakan sifat self-extinguishing yang baik. Analisis statistik menggunakan Two Way ANOVA menunjukkan bahwa variabel serat eceng gondok berpengaruh signifikan terhadap ketahanan bakar (P-value = 0,000 < α = 0,05), sedangkan substitusi pasir silika dengan cangkang kerang tidak memberikan pengaruh signifikan (P-value = 0,801 > α). Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan serat eceng gondok berperan penting dalam meningkatkan ketahanan api papan kalsium silikat, sekaligus menawarkan solusi inovatif untuk pemanfaatan limbah organik.
OPTIMASI PARAMETER MESIN LASER TUBE CUTTING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE RESPON SURFACE Achmad Fajar Ferdinand; Farizi Rachman; Fipka Bisono
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol. 9 No. 2 (2025): 9th Proceedings of Conference on Design Manufacture Engineering and its Applica
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cdma.v9i1.3718

Abstract

Industri manufaktur modern menuntut peningkatan kualitas produk dan efisiensi proses produksi, termasuk pada proses pemotongan material logam. Mesin CNC Laser Tube Cutting 5000 TRUMPF banyak digunakan di berbagai sektor industri karena kemampuannya menghasilkan potongan presisi dengan kecepatan tinggi serta konsistensi hasil. Meski demikian, permasalahan berupa tingginya kekasaran permukaan dan deviasi dimensi pada pemotongan mild steel masih sering terjadi, sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah produk cacat, waktu pengerjaan ulang, dan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi parameter pemotongan yang optimal guna meminimalkan kekasaran permukaan sekaligus meningkatkan keakuratan dimensi hasil potong. Metode yang digunakan adalah Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Box-Behnken, melibatkan tiga parameter bebas, yaitu titik fokus sinar laser, tekanan gas, dan daya laser. Sebanyak 30 sampel diuji menggunakan variasi parameter yang telah dirancang secara sistematis, kemudian data dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengevaluasi signifikansi pengaruh dan besarnya kontribusi setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi optimal pada titik fokus 0 mm, tekanan gas 0,50 bar, dan daya laser 1800 W. Untuk kekasaran permukaan, titik fokus memberikan pengaruh paling signifikan (P- value 0,002; kontribusi 54%), diikuti tekanan gas (7%) dan daya laser (3%). Sedangkan pada keakuratan dimensi, kontribusi terbesar berasal dari tekanan gas (6,9%), disusul daya laser (2,2%) dan titik fokus (0,69%).