Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMASI PARAMETER MESIN LASER TUBE CUTTING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE RESPON SURFACE Achmad Fajar Ferdinand; Farizi Rachman; Fipka Bisono
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol. 9 No. 2 (2025): 9th Proceedings of Conference on Design Manufacture Engineering and its Applica
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cdma.v9i1.3718

Abstract

Industri manufaktur modern menuntut peningkatan kualitas produk dan efisiensi proses produksi, termasuk pada proses pemotongan material logam. Mesin CNC Laser Tube Cutting 5000 TRUMPF banyak digunakan di berbagai sektor industri karena kemampuannya menghasilkan potongan presisi dengan kecepatan tinggi serta konsistensi hasil. Meski demikian, permasalahan berupa tingginya kekasaran permukaan dan deviasi dimensi pada pemotongan mild steel masih sering terjadi, sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah produk cacat, waktu pengerjaan ulang, dan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi parameter pemotongan yang optimal guna meminimalkan kekasaran permukaan sekaligus meningkatkan keakuratan dimensi hasil potong. Metode yang digunakan adalah Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Box-Behnken, melibatkan tiga parameter bebas, yaitu titik fokus sinar laser, tekanan gas, dan daya laser. Sebanyak 30 sampel diuji menggunakan variasi parameter yang telah dirancang secara sistematis, kemudian data dianalisis menggunakan ANOVA untuk mengevaluasi signifikansi pengaruh dan besarnya kontribusi setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi optimal pada titik fokus 0 mm, tekanan gas 0,50 bar, dan daya laser 1800 W. Untuk kekasaran permukaan, titik fokus memberikan pengaruh paling signifikan (P- value 0,002; kontribusi 54%), diikuti tekanan gas (7%) dan daya laser (3%). Sedangkan pada keakuratan dimensi, kontribusi terbesar berasal dari tekanan gas (6,9%), disusul daya laser (2,2%) dan titik fokus (0,69%).