Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APPLICATION OF VYGOTSKY'S SOCIAL CONSTRUCTIVISM IN LEARNING MARITIME ETHICS TO FORM STUDENTS' SOCIAL RESPONSIBILITY I Putu Suarsana; Muhammad David; Dedy Kurniadi; Andi Aulia Arikha Setyo; Sariyulis
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.158

Abstract

As an archipelagic nation, Indonesia requires professional seafarers who are not only technically competent but also possess a strong sense of ethical and social responsibility. However, maritime ethics instruction in maritime higher education institutions still tends to be normative and does not encourage active value construction. This study aims to analyze the application of Vygotsky's social constructivism approach in maritime ethics instruction and its contribution to the development of students' social responsibility. The study used a qualitative approach with an exploratory case study design at the Malahayati Maritime Polytechnic in Aceh. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies with 20 students and 10 lecturers, then analyzed thematically using NVivo. The results indicate that collaborative learning and social interaction foster the construction of reflective and contextual ethical meaning. The lecturers' implementation of scaffolding within the Zone of Proximal Development (ZPD) helped students develop independent ethical thinking and internalize moral values. Furthermore, there was a transformation in students' social responsibility, demonstrated by increased participation in maritime social activities and concern for coastal communities and marine sustainability. These findings confirm that the social constructivism approach is effective in shaping the character and social responsibility of maritime students
ANALISIS KENDALA DAN SOLUSI DALAM PROSES REKRUTMEN CADET BAGI TARUNA POLA PEMBIBITAN DI POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Sariyulis; Syamsul Arifin; Andi Aulia Arikha Setyo
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kendala yang dihadapi dalam proses rekrutmen cadet bagi taruna pola pembibitan di Politeknik Pelayaran Malahayati serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas proses tersebut. Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi vokasi di bidang pelayaran, Politeknik Pelayaran Malahayati memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia maritim yang kompeten dan profesional. Namun, dalam implementasi program pola pembibitan, proses rekrutmen taruna masih menemui berbagai hambatan, baik dari aspek teknis, administratif, maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kendala dalam dalam proses rekrutmen cadet pola pembibitan di Politeknik Pelayaran Malahayati adalah: a) Perusahaan mencari SDM yang dapat bekerja di perusahaannya setelah lulus, b) meminta turun lebih cepat, dan c) belum ada perioritas pemerintah maupun dari perusahaan pelayaran BUMN. 2) Solusi dalam proses rekrutmen cadet di Politeknik Pelayaran Malahayati adalah: a) mencari perusahaan yang dapat menerima cadet pola pembibitan, b) mempercepat naik sebelum cadet mandiri di rekrutmen oleh perusahaan pelayaran, dan c) dan pemerintah harus memberi ruang khusus untuk cadet pola pembibitan praktek di kapal BUMN
REKONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL–SITUASIONAL DALAM SISTEM KOMANDO OPERASIONAL KAPAL Andi Aulia Arikha Setyo; Muhammad David; Muhammad Yani; Thaibil Anwar; Gigieh Permady Cahya
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.162

Abstract

Kajian kepemimpinan dalam literatur organisasi modern masih didominasi oleh konteks organisasi darat yang relatif terbuka dan fleksibel, sementara konteks maritim sebagai organisasi tertutup dengan tingkat risiko tinggi masih kurang mendapat perhatian. Kapal laut memiliki karakteristik unik berupa struktur hierarkis yang ketat, keterbatasan ruang fisik, tekanan kerja yang tinggi, serta isolasi sosial dalam jangka waktu panjang, sehingga menuntut praktik kepemimpinan yang berbeda dari organisasi konvensional. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan transformasional–situasional yang adaptif dalam sistem komando operasional kapal, tanpa mengabaikan prinsip keselamatan dan disiplin hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap nakhoda, perwira dek, perwira mesin, dan anak buah kapal, observasi partisipatif selama kegiatan operasional kapal, serta studi dokumentasi terhadap prosedur operasional dan struktur organisasi kapal. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan nakhoda secara formal dijalankan melalui struktur birokratis-hierarkis, namun dalam praktiknya bersifat dinamis dan kontekstual. Efektivitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh otoritas formal, tetapi oleh kemampuan nakhoda membangun komunikasi terbuka, kepercayaan, dan relasi interpersonal yang positif. Temuan juga mengungkap bahwa kepemimpinan transformasional dan situasional berinteraksi secara adaptif dalam dinamika tim awak kapal. Kepemimpinan transformasional berperan dalam membangun visi bersama, motivasi, dan ketahanan psikologis kru, sementara kepemimpinan situasional memungkinkan penyesuaian gaya kepemimpinan sesuai kondisi operasional. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan transformasional–situasional maritim adaptif yang menempatkan kepemimpinan sebagai praktik sosial yang mengintegrasikan otoritas formal, fleksibilitas perilaku, dan sensitivitas relasional dalam organisasi tertutup berisiko tinggi.