Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IMPROVING STUDENTS' MATHEMATICAL COMMUNICATION ABILITIES THROUGH THE PROBLEM BASED LEARNING LEARNING MODEL Hafriani; Muhammad Yani; Dana Tasliana
AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/aljabar.v4i2.1828

Abstract

Mathematical Communication Skills (MCS) is not only a tool to convey mathematical ideas, but also an important part of the mathematics learning process. In fact, students' MCS is still very low and needs further action, so an alternative is needed that can develop better students' MCS. The purpose of this study was to determine the increase in students' MCS after the Problem Based Learning (PBL) learning model was applied. The research method used was a mixed method with concurrent triangulation design. Samples were taken using random sampling techniques from the total population of all students in class X MAN 1 Aceh Barat and students in class X MIA-6 were selected as research samples. Data were collected through tests and interviews which were then analyzed using normalized N-Gain and qualitatively. The results of the study found that the overall increase in students' MCS was in the medium and low categories, however, the increase in all indicators of students' MCS was quite good, where (1) students were able to communicate mathematical thinking coherently and clearly, (2) were able to use mathematical language to express mathematical ideas correctly, but some students made mistakes when making mathematical models, (3) were able to organize and consolidate mathematical thinking through communication, although some students were still confused about the steps to solve it, and (4) were able to analyze and evaluate mathematical thinking and strategies used by others. However, some students were only able to analyze and were less able to evaluate mathematical thinking and strategies used by others. Overall, students have had a good MCS.
ANALISIS PENYEBAB TIDAK MENGALIRNYA PENDINGIN AIR TAWAR PADA INTERCOOLER MAIN AIR COMPRESSOR DI KAPAL KMP. MUTIARA FERINDO II Yani Faturrahman; R Bagus Wicaksono; Muhammad Yani
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 6 No. 2, Juli (2025): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v6i2.141

Abstract

Kompresor udara merupakan salah satu peralatan vital dalam sistem pendukung operasi kapal, karena dapat menghasilkan udara bertekanan yang dapat digunakan sebagai udara start pada mesin induk dan mesin bantu serta juga digunakan untuk service lainnya. Namun, dalam pengoperasiannya terkadang ditemui beberapa masalah seperti tidak mengalirnya pendingin air tawar pada intercooler main air compressor sehingga pendinginan tidak maksimal dan terjadi over heat pada cylinder compressor yang mengakibatkan pengoperasian kompresor tiba-tiba berhenti dan tekanan udara pada air reservoir menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan upaya mengatasi tidak mengalirnya pendingin air tawar pada intercooler main air compressor di KMP. Mutiara Ferindo II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif dengan subjek penelitian adalah masinis di KMP. Mutiara Ferindo II. Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan bahwa faktor penyebab tidak mengalirnya pendingin air tawar pada intercoler main air compressor karena kerusakan packing pada kepala cylinder, kerusakan katup compresor, tekanan jacket pump terlalu tinggi, dan keroposnya pipa jacket cooling. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut supaya optimal dengan melakukan penggantian piston, melakukan penggantian packing dan memilih bahan packing sesuai dengan spesifikasinya, serta pengawasan atau penggantian pipa jacket cooling dengan yang baru. Perawatan dan perbaikan terhadap semua komponen kompresor dilakukan sesuai dengan manual book untuk mencegah terjadi kerusakan dan melakukan penggantian komponen pada kompresor sesuai jam kerja kompresor
REKONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL–SITUASIONAL DALAM SISTEM KOMANDO OPERASIONAL KAPAL Andi Aulia Arikha Setyo; Muhammad David; Muhammad Yani; Thaibil Anwar; Gigieh Permady Cahya
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.162

Abstract

Kajian kepemimpinan dalam literatur organisasi modern masih didominasi oleh konteks organisasi darat yang relatif terbuka dan fleksibel, sementara konteks maritim sebagai organisasi tertutup dengan tingkat risiko tinggi masih kurang mendapat perhatian. Kapal laut memiliki karakteristik unik berupa struktur hierarkis yang ketat, keterbatasan ruang fisik, tekanan kerja yang tinggi, serta isolasi sosial dalam jangka waktu panjang, sehingga menuntut praktik kepemimpinan yang berbeda dari organisasi konvensional. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan transformasional–situasional yang adaptif dalam sistem komando operasional kapal, tanpa mengabaikan prinsip keselamatan dan disiplin hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap nakhoda, perwira dek, perwira mesin, dan anak buah kapal, observasi partisipatif selama kegiatan operasional kapal, serta studi dokumentasi terhadap prosedur operasional dan struktur organisasi kapal. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan nakhoda secara formal dijalankan melalui struktur birokratis-hierarkis, namun dalam praktiknya bersifat dinamis dan kontekstual. Efektivitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh otoritas formal, tetapi oleh kemampuan nakhoda membangun komunikasi terbuka, kepercayaan, dan relasi interpersonal yang positif. Temuan juga mengungkap bahwa kepemimpinan transformasional dan situasional berinteraksi secara adaptif dalam dinamika tim awak kapal. Kepemimpinan transformasional berperan dalam membangun visi bersama, motivasi, dan ketahanan psikologis kru, sementara kepemimpinan situasional memungkinkan penyesuaian gaya kepemimpinan sesuai kondisi operasional. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan transformasional–situasional maritim adaptif yang menempatkan kepemimpinan sebagai praktik sosial yang mengintegrasikan otoritas formal, fleksibilitas perilaku, dan sensitivitas relasional dalam organisasi tertutup berisiko tinggi.
POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN : STUDI KASUS PESISIR UJONG BATEE POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Alberto Rima; Dedi Kurniawan; Kelvin Yudhawastu; Yuli Pera Fitria; Muhammad Yani; Muhammad Aziz
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.163

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar energi terbarukan berbasis laut, khususnya energi gelombang laut yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi energi gelombang laut di wilayah pesisir Ujong Batee Politeknik Pelayaran Malahayati, Aceh Besar, sebagai dasar pengembangan energi terbarukan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari ECMWF dan BMKG selama periode April 2024. Parameter yang dianalisis meliputi tinggi gelombang signifikan, periode gelombang, serta kecepatan dan arah angin. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar antara 1,5–2,4 m dengan periode gelombang dominan 6–8 detik. Potensi energi gelombang berada pada kisaran 4,78–6,43 kW/m. Dengan asumsi pemanfaatan sepanjang 500 m garis pantai, potensi energi total yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 2,805 MW. Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir Ujong Batee memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan berbasis laut.
UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PENYUMBATAN LINE LOADING GUNA MENGOPTIMALKAN PROSES BONGKAR MUAT DI KAPAL Rizky Adrian; Akhmad Gifari; Muhammad Yani; Baihaqi; Dedi Kurniawan; Luri Krisnawati
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.164

Abstract

Pada kapal semen, penyumbatan line loading adalah kondisi ketika semen curah (bulk cement) atau semen dalam karung (bagged cement) terkonsentrasi pada satu garis memanjang di pipa pemuat atau satu sisi pipa, sehingga beban tidak menyebar secara merata. Akibatnya dapat menyebabkan perbedaan tekanan pada pipa loading yang dapat mengakibatkan kerusakan atau patahnya satu titik pada pipa loading. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyumbatan line loading dan pencegahannya di kapal MV. Eastern Fair. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan subjek penelitiannya adalah anak buah kapal serta beberapa perwira di kapal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Terdapat berbagai elemen yang mempengaruhi terjadinya penyumbatan line loading di kapal MV. Eastern Fair, salah satunya operasi muat yang menggunakan sistem pneumatic yang membuat muatan terisi pada satu titik yang menghasilkan penyebaran muatan pipa muat tidak merata berpusat pada satu titik saja. Hal ini disebabkan oleh kelembapan, rendahnya kecepatan udara, ketidakseimbangan tekanan, dan improper handling; dan (2) Langkah pencegahan yang dilakukan di kapal MV. Eastern Fair ketika terjadi penyumbatan line loading dengan segera menghentikan proses pemuatan untuk mencegah peningkatan tekanan di dalam pipa. Selanjutnya, operator melakukan pengecekan tekanan udara dan aliran semen guna memastikan tidak terjadi kelebihan tekanan yang dapat merusak sistem. Sistem blower dan katup udara diperiksa serta diatur ulang agar aliran udara tetap stabil dan sesuai prosedur. Awak kapal juga memastikan kondisi pipa dalam keadaan kering dan bebas dari sisa semen yang mengeras, karena kelembapan menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan
DESAIN KENDALI HALUAN BERBASIS ULTRASONIK MULTI-SUDUT UNTUK PROTOTIPE KAPAL TANPA AWAK Muhammad Ikhsan; Dedi Kurniawan; Muhammad Yani; Muhammad Aziz
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali haluan kontinu yang hemat sumber daya menggunakan konfigurasi spasial simetris lima sensor ultrasonik yakni depan 0o, kiri 22.5o, kiri 45o, Kanan 22.5o, dan Kanan 45o. Penambahan sudut antara 22.5o diimplementasikan untuk mengeliminasi titik buta (blind spot) pada haluan. Integrasi pemodelan waktu kritis menyesuaikan dengan Model Kemudi Nomoto Orde Pertama. Persamaan yang digunakan mampu menghasilkan instruksi sudut kemudi yang berbanding terbalik terhadap sisa jarak aman rintangan tanpa memerlukan threshold statis. Hasil simulasi dan pengujian skenario menunjukkan bahwa pada kondisi aman, kemudi bergerak melandai secara normal, sementara pada kondisi kritis sebagian sisi lambung kapal sistem melakukan pembatasan (clamping) sudut pada 60o. Ketika menghadapi skenario blokade total sistem mengaktifkan mode mitigasi darurat dengan memutus fungsi kontinu, menurunkan motor ke level minimal untuk mereduksi inersia, dan mengunci kemudi pada sudut 60o kanan guna melakukan manuver poros (pivot turn). Kontribusi teoretis dari penelitian ini adalah hilangnya parameter kecepatan v dan waktu kritis dari persamaan final. System kendali ini tetap adaptif terhadap variasi kecepatan jelajah memanfaatkan fenomena kompensasi hidrodinamika alami lambung kapal, sehingga membebaskan mikrokontroler dari kebutuhan sensor kecepatan tambahan serta menghemat beban komputasi.
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI INTERNAL KERANGKA PENGAWAKAN AMAN BERBASIS RISIKO UNTUK WING-IN-GROUND CRAFT Dedi Kurniawan; Andi Fiardi; Baihaqi; Muhammad David; Muhammad Yani
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.197

Abstract

Wing-in-ground craft (WIG) menggabungkan manuver di permukaan air dengan penerbangan aerodinamis pada ketinggian sangat rendah, sehingga kebutuhan awaknya tidak dapat diturunkan secara langsung dari standar kapal atau pesawat udara. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi secara internal suatu metode berbasis fungsi, risiko, beban kerja, dan kompetensi untuk menentukan jumlah awak operasional inti WIG. Sebanyak 36 sumber regulasi dan ilmiah dipetakan menjadi enam fungsi keselamatan kritis, enam fase misi, matriks kapasitas kompetensi peran, dan beban tugas spesifik fase. Komposisi peran berbentuk bilangan bulat disaring melalui enumerasi eksak, uji alokasi max-flow/min-cut, cadangan rekayasa 20%, batas utilisasi fase, dan uji kelangsungan setelah satu orang pada setiap peran dihilangkan. Empat skenario operasi kemudian dievaluasi menggunakan 10.000 simulasi stokastik jaringan tugas serta pembanding yang dikurangi satu orang. Hasil menunjukkan komposisi robust sebanyak tiga awak untuk operasi Tipe A terbatas, empat awak untuk layanan penumpang Tipe A pesisir, lima awak untuk operasi Tipe B yang menuntut, dan enam awak untuk operasi Tipe C terpencil. Tim terpilih layak pada 100,00%, 100,00%, 100,00%, dan 99,99% percobaan, sedangkan tim yang dikurangi satu orang hanya mencapai 12,61%-70,57%. Fase transisi dan keadaan darurat menjadi sumber kegagalan dominan. Temuan menegaskan bahwa pengawakan WIG harus dibuktikan melalui cakupan fungsi simultan, kemampuan pengambilalihan yang berkualifikasi, pengelolaan gangguan teknis, dan ketahanan terhadap ketidakmampuan satu awak. Angka yang dihasilkan merupakan baseline rekayasa tervalidasi internal, bukan minimum hukum universal.
PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MARITIM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIS TARUNA POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Muhammad Yani; Hafriani
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan matematis taruna Politeknik Pelayaran Malahayati melalui penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika maritim. Penelitian dirancang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui rancangan eksperimen semu dengan desain one-group-pretest-posttest-design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua taruna dan taruni Program Studi Permesinan Kapal semester satu tahun akademik 2025/2026 yang mengambil mata kuliah matematika terapan atau matematika maritim yang berjumlah 66 taruna dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan terpilihlah kelas PK-IC sebagai sampel penelitian yang berjumlah 22 taruna. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan matematis yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan SPSS serta uji statistik yang digunakan adalah uji paired-sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan matematis taruna setelah penerapan AI dalam pembelajaran matematika maritim. Penerapan AI diarahkan bukan sebagai pengganti dosen, tetapi sebagai alat bantu untuk memberikan penjelasan alternatif, latihan adaptif, umpan balik, simulasi permasalahan, dan pendampingan pemecahan masalah. Penelitian ini diharapkan menghasilkan model pembelajaran matematika maritim yang lebih kontekstual, adaptif, interaktif, dan relevan dengan kompetensi taruna pelayaran. Penggunaan AI juga perlu disertai verifikasi jawaban, penguatan kemampuan berpikir kritis, perlindungan data, dan etika akademik agar teknologi benar-benar mendukung pencapaian kompetensi dan keselamatan dalam konteks profesi pelayaran.