Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dasar-Dasar Psikologis Pendidikan Islam: Integrasi Kecerdasan Intelektual (IQ), Emosional (EQ), Dan Spiritual (SQ) Syariah Syariah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.2042

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang utuh (insan kamil), yaitu individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep dasar-dasar psikologis pendidikan Islam dengan fokus pada tiga dimensi kecerdasan manusia: kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ), serta relevansinya terhadap tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, IQ berkaitan dengan pemberdayaan akal ('aql) yang mendorong manusia berpikir kritis dan analitis; EQ berhubungan dengan pengelolaan emosi yang berpusat pada qalb (hati) sebagai basis akhlak dan hubungan sosial; dan SQ merupakan dimensi tertinggi yang berpusat pada fu'ad (hati nurani) sebagai prima causa yang memberi arah dan makna bagi kedua kecerdasan lainnya. Ketiga kecerdasan tersebut saling melengkapi dan bersifat integratif. Kajian juga menemukan bahwa teori multiple intelligences memiliki relevansi tinggi dengan konsep fitrah dalam pendidikan Islam. Implikasi praktisnya, sistem pendidikan Islam perlu merancang kurikulum dan proses pembelajaran secara holistik yang mengembangkan IQ, EQ, dan SQ secara seimbang agar tujuan pendidikan Islam dapat terwujud secara optimal.
Konsep Hati Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis: Implikasinya Bagi Pengembangan Pendidikan Islam Syariah Syariah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.2044

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep hati (qalb) dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis serta implikasinya bagi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi terhadap terminologi Al-Qur’an, hadis, kamus klasik, kitab tafsir, dan literatur pendidikan Islam dalam naskah sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa hati terutama dipahami sebagai pusat spiritual dan epistemik yang menerima pengetahuan, membentuk keyakinan, mengarahkan niat, dan memengaruhi perilaku moral. Istilah shadr, qalb, fu’ad, lubb, dan bashirah menunjukkan lapisan fungsi batin yang berkaitan, mulai dari kesiapan emosional-spiritual, pusat iman dan pemahaman, kesadaran yang mantap, kejernihan akal, hingga ketajaman pandangan moral. Akal dan hati bekerja secara komplementer: akal mengolah informasi, sedangkan hati memberi orientasi etis pada pengetahuan. Implikasinya, pendidikan Islam perlu mengintegrasikan pembelajaran intelektual, latihan spiritual, pembiasaan akhlak, refleksi, dan penyucian diri melalui tiga tahap berulang: penyiapan, pembentukan, dan pemeliharaan.