Artikel ini mengkaji konsep hati (qalb) dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis serta implikasinya bagi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi terhadap terminologi Al-Qur’an, hadis, kamus klasik, kitab tafsir, dan literatur pendidikan Islam dalam naskah sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa hati terutama dipahami sebagai pusat spiritual dan epistemik yang menerima pengetahuan, membentuk keyakinan, mengarahkan niat, dan memengaruhi perilaku moral. Istilah shadr, qalb, fu’ad, lubb, dan bashirah menunjukkan lapisan fungsi batin yang berkaitan, mulai dari kesiapan emosional-spiritual, pusat iman dan pemahaman, kesadaran yang mantap, kejernihan akal, hingga ketajaman pandangan moral. Akal dan hati bekerja secara komplementer: akal mengolah informasi, sedangkan hati memberi orientasi etis pada pengetahuan. Implikasinya, pendidikan Islam perlu mengintegrasikan pembelajaran intelektual, latihan spiritual, pembiasaan akhlak, refleksi, dan penyucian diri melalui tiga tahap berulang: penyiapan, pembentukan, dan pemeliharaan.
Copyrights © 2026