Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang utuh (insan kamil), yaitu individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep dasar-dasar psikologis pendidikan Islam dengan fokus pada tiga dimensi kecerdasan manusia: kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ), serta relevansinya terhadap tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, IQ berkaitan dengan pemberdayaan akal ('aql) yang mendorong manusia berpikir kritis dan analitis; EQ berhubungan dengan pengelolaan emosi yang berpusat pada qalb (hati) sebagai basis akhlak dan hubungan sosial; dan SQ merupakan dimensi tertinggi yang berpusat pada fu'ad (hati nurani) sebagai prima causa yang memberi arah dan makna bagi kedua kecerdasan lainnya. Ketiga kecerdasan tersebut saling melengkapi dan bersifat integratif. Kajian juga menemukan bahwa teori multiple intelligences memiliki relevansi tinggi dengan konsep fitrah dalam pendidikan Islam. Implikasi praktisnya, sistem pendidikan Islam perlu merancang kurikulum dan proses pembelajaran secara holistik yang mengembangkan IQ, EQ, dan SQ secara seimbang agar tujuan pendidikan Islam dapat terwujud secara optimal.
Copyrights © 2026