Transformasi digital menuntut organisasi memiliki kemampuan adaptasi, literasi digital, dankepemimpinan yang mampu menghadapi lingkungan Volatility, Uncertainty, Complexity, danAmbiguity (VUCA). Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu Kelompok UMKMMuda, menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya pemahaman mengenaikepemimpinan digital, pemanfaatan teknologi secara strategis, literasi digital, serta kesiapanorganisasi dalam menghadapi perubahan digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkanpemahaman peserta mengenai peran pemimpin dalam transformasi digital dan kesiapanmenghadapi lingkungan VUCA. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pelatihanpartisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, refleksi, dan penyusunanrencana aksi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain evaluasi sebelum dan sesudahkegiatan (pre-test dan post-test) terhadap pemahaman peserta pada aspek VUCA,kepemimpinan digital, transformasi digital, literasi digital, dan inovasi organisasi. Pesertakegiatan berjumlah 45 orang dan dilaksanakan selama dua hari. Hasil evaluasi menunjukkanadanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator yang diukur. PemahamanVUCA meningkat dari skor rata-rata 75 menjadi 80 (peningkatan 5%), kepemimpinan digitaldari 76 menjadi 81 (5%), transformasi digital dari 77 menjadi 82 (5%), literasi digital dari 75menjadi 81 (6%), dan inovasi organisasi dari 77 menjadi 80 (3%). Hasil tersebut menunjukkanbahwa kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai konseptransformasi digital, karakteristik kepemimpinan digital, serta keterkaitan antara teknologi,budaya organisasi, dan inovasi.