Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Komunikasi Kesehatan Publik di Era Digital Satu Sehat Antara Disrupsi Informasi dan Inovasi Strategi (telemedicine) Wiwik Viatiningsih; Juandanilsyah Juandanilsyah; Safiani A. Faaroek; Juni Adi Putra
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.6053

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan mendasar dalam praktik komunikasi kesehatan publik, khususnya dalam hal produksi, distribusi, dan konsumsi informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi kesehatan masyarakat di era digital dengan menyoroti tantangan utama serta peluang strategis yang muncul. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkini yang relevan dengan komunikasi kesehatan dan transformasi digital dengan pemanfaatan data rekam medis elektronik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemajuan digital membuka akses informasi kesehatan yang lebih luas dan cepat, serta memungkinkan terjadinya interaksi dua arah antara penyedia informasi dan masyarakat. Namun, kondisi ini juga diiringi dengan meningkatnya penyebaran misinformasi dan disinformasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan. Selain itu, kesenjangan literasi digital dan akses teknologi masih menjadi hambatan dalam pemerataan informasi kesehatan. Di sisi lain, pemanfaatan media sosial, teknologi telemedicine, serta pendekatan komunikasi berbasis komunitas memberikan peluang besar untuk meningkatkan efektivitas kampanye kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang adaptif, berbasis bukti, serta didukung oleh peningkatan literasi digital masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi komunikasi kesehatan di era digital menjadi kunci penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Analisis Semiotika Mengenai Representasi Pesan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan dan Hubungan Toxic dalam Lagu-Lagu Karya Billie Eilish Nurul Hafid; Sumartono Sumartono; Agus Firmansyah; Juandanilsyah Juandanilsyah
Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara Vol. 3 No. 4 (2026): Oktober : Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/komunikasi.v3i4.1226

Abstract

Music is one of the ways people communicate, and it can express messages and emotional experiences through lyrics and the visuals in music videos. This study aims to examine the portrayal of messages about love that is one-sided and toxic relationships in songs created by Billie Eilish. This study uses a qualitative approach with the semiotic analysis method by Roland Barthes, which includes the meanings of denotation, connotation, and myth. The research focuses on six songs: The Greatest, Birds of a Feather, Wildflower, Watch, When The Party Is Over, and Happier Than Ever. The research data is analyzed using the lyrics and visual elements found in the song and music video. Research shows that unrequited love is shown through hope, waiting, emotional dependence, fear of losing someone, anxiety, and inner conflict caused by unbalanced feelings. Meanwhile, toxic relationships are shown through emotional imbalance, ignoring a partner's needs, manipulating feelings, one-sided sacrifices, control in the relationship, and losing self-respect. In mythological terms, research shows there is criticism against the idea that sacrifice and suffering are signs of true love. This research concludes that Billie Eilish's songs are not just for entertainment, but also serve as a way to communicate, reflecting the reality of romantic relationships while highlighting the importance of awareness, emotional boundaries, and self-respect in building healthy relationships.