Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki murid sekolah dasar, namun kemampuan numerasi murid kelas III UPTD SD Negeri 071022 Simpang Lima Lasara pada materi penyajian data masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan numerasi murid pada materi penyajian data. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 26 murid kelas III UPTD SD Negeri 071022 Simpang Lima Lasara yang terdiri dari 12 laki-laki dan 14 perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi aktivitas murid, lembar observasi aktivitas peneliti, serta tes kemampuan numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas murid meningkat dari 44% dan 61% pada siklus I menjadi 81% dan 92% pada siklus II. Aktivitas peneliti juga meningkat dari 40% dan 65% pada siklus I menjadi 80% dan 90% pada siklus II. Nilai rata-rata kemampuan numerasi murid meningkat dari 60 pada siklus I menjadi 93 pada siklus II. Nilai terendah meningkat dari 38 menjadi 56, sedangkan nilai tertinggi meningkat dari 88 menjadi 100. Murid yang mencapai KKTP meningkat dari 5 orang menjadi 24 orang, sedangkan murid yang belum mencapai KKTP menurun dari 21 orang menjadi 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan numerasi murid pada materi penyajian data kelas III UPTD SD Negeri 071022 Simpang Lima Lasara.