Cocoa crop production has recently fallen which has resulted in low income of cocoa farmers, so that strategies are needed for daily living necessities. This study aims to find out the survival strategies adopted by cocoa farmers in Saludengen Village, Bambang Sub-district, Mamasa Regency, West Sulawesi Province to fulfill their daily needs. This research was conducted in Saludengen Village, Bambang Sub-district, Mamasa Regency. The sample in this study was 37 people whose main crop is cocoa. The data analysis method used qualitative descriptive analysis. The results showed that there are three types of strategies carried out by cocoa farmers, namely active strategy which is a survival strategy carried out by utilizing all the potential owned, passive strategy is a survival strategy carried out by reducing family expenditures, and network strategy is a strategy implemented by capitalizing on social networks. Produksi tanaman kakao akhir-akhir ini mengalami penurunan yang mengakibatkan rendahnya pendapatan petani kakao, sehingga dibutuhkan strategi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kelangsungan hidup yang dilakukan oleh petani kakao di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 orang yang tanaman utamanya adalah kakao. Metode analisisi data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis strategi yang dilakukan oleh petani kakao yakni strategi aktif yaitu strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, strategi pasif merupakan strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran keluarga, dan strategi jaringan berupa strategi yang dilakukan dengan cara memanfaatkan jaringan sosial.