Yasinta
STIPAS Keuskupan Agung Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Keluarga Dalam Keputusan Perkawinan Pada Remaja Di Stasi Santo Matius Wologai Paroki Santo Yohanes Maria Vianey Pemo Yasinta; Gerardus B. Duka; Graciana Amanda Bele
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 4 (2026): Edisi Juli - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan usia remaja masih marak terjadi dan menimbulkan dilema kompleks akibat benturan antara ego remaja, otoritas orang tua, dan regulasi Gereja Katolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika peran keluarga dan faktor lingkungan dalam pengambilan keputusan perkawinan pada remaja di Stasi Santo Matius Wologai, Paroki Pemo. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam mengumpulkan data melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan yang terdiri dari Pastor Paroki, orang tua, remaja, dan seksi keluarga stasi. Data yang diperoleh kemudian direduksi, dianalisis, dan divalidasi menggunakan literatur serta teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memegang peran sentral sebagai pembentuk pola pikir dan penanam nilai moral-religius melalui bimbingan serta dukungan (moral, doa, nasihat, emosional, ekonomi, dan sosial). Faktor pendukung keputusan menikah meliputi kedekatan emosional pasangan, dorongan lingkungan sosial, dan kesiapan bekerja secara personal. Sebaliknya, faktor penghambat utama terdiri atas ketidaksiapan ekonomi, pendidikan yang belum tuntas, serta tuntutan adat berupa mahar (belis) yang membutuhkan biaya besar. Upaya pembinaan oleh keluarga dilakukan melalui komunikasi harian dan penanaman nilai iman serta adat, meskipun sering terhambat oleh keterbatasan waktu orang tua, pengaruh media sosial, dan sikap keras kepala remaja. Kesimpulannya, keputusan perkawinan remaja merupakan produk negosiasi yang rumit antara kesiapan internal keluarga, tekanan sosial lingkungan, dan hambatan kultural-religius. Penelitian ini berkontribusi dalam merancang peta resolusi pendampingan remaja yang lebih adaptif bagi pihak Paroki dan masyarakat adat setempat.