Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan pada Terapi Anti-Tuberkulosis Pediatrik Jenis dan Faktor Risiko Fika Rizqiyana; Amanda Fadilla Putri Narani; Rifqi Ferry Balfas
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 4 No 1 (2026): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v4i1.945

Abstract

Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (Adverse Drug Reactions/ADR) adalah respons negatif tubuh yang berbahaya atau tidak diharapkan terhadap obat. Pasien pediatri, dengan fungsi fisiologis yang belum matang, lebih rentan terhadap ADR sehingga memerlukan pemantauan ketat untuk menjamin keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, prevalensi, dan faktor yang berkontribusi terhadap ADR akibat penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada anak di RSUD dr. Soesilo. Penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan analisis 113 rekam medis (Januari–Desember 2024), di mana 42 memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square (α=0,05). Sampel terdiri dari 19 laki-laki (45%) dan 23 perempuan (55%), dengan mayoritas usia 1–5 tahun (55%). Pasien mengalami berbagai jenis ADR: penurunan nafsu makan (25%), gejala seperti flu (21%), demam (16%), muntah (9%), mual (4%), pruritus/ruam (3%), dan sebagian tidak mengalami ADR. Faktor yang signifikan adalah usia (ρ=0,047) dan lama pengobatan (ρ=0,018), sedangkan jenis OAT tidak signifikan. Disimpulkan bahwa ADR bervariasi, dengan penurunan nafsu makan paling sering, serta usia dan lama terapi berpengaruh signifikan terhadap kejadian ADR pada pasien anak TB.