Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Hair Tonic Penumbuh Rambut Kombinasi Ekstrak Daun Pare (Momordica charantia L.) Dan Minyak Kemiri (Aleurites moluccana) Arfiani Riestha Anggitha; Lailiana Garna Nurhidayati; Rifqi Ferry Balfas
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1663

Abstract

Kerontokan rambut merupakan salah satu kondisi lepasnya rambut secara berlebihan. Kondisi ini berakibat pada menipisnya rambut dan bisa mengakibatkan kebotakan. Faktor penyebab dari masalah ini karena efek psikologis seperti stress, genetik, hormonal dan usia. Beberapa bahan alam dapat di percaya untuk membantu masalah kerontokan pada rambut, namun hal ini belum terbukti secara ilmiah akan kefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan aktivitas penumbuh rambut sediaan hair tonic nanoemulsi ekstrak daun pare dan minyak kemiri. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F0 (0:0), F1 (1:4), F2 (2,5:2,5), dan F3 (4:1) memiliki organoleptik warna hijau kehitaman, bentuk cairan kental, homogen, pH rentang 4,5 - 6,5, viskositas pada rentang 10-2000 cPa.s. Hasil aktivitas pertumbuhan rambut rata-rata F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 0,76; 1,63; 1,88; dan 2,38 cm. Formula 3 memiliki aktivitas pertumbuhan rambut terbaik dengan hasil ukuran partikel 18,7 nm dengan nilai potensi zeta -21,7 mV.
Membangun Desa Sadar Sehat Melalui Program Edukasi Promosi Kesehatan Dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Rahmat Pannyiwi; Rifqi Ferry Balfas; Djunaedi Djunaedi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1450

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan kanker merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Peningkatan kejadian PTM erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup masyarakat, seperti konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta stres yang tidak terkelola dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko PTM menyebabkan upaya pencegahan dan deteksi dini belum dilakukan secara optimal. Pendekatan promosi kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali faktor risiko PTM serta menerapkan perilaku hidup sehat melalui program edukasi promosi kesehatan berbasis Desa Sadar Sehat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 di salah satu desa binaan dengan melibatkan 50 peserta berusia 18–65 tahun. Metode yang digunakan meliputi pre-test, ceramah interaktif, diskusi kelompok, skrining sederhana faktor risiko PTM, demonstrasi pengukuran tekanan darah dan antropometri, simulasi aktivitas fisik, konseling individu, pembagian booklet edukasi, post-test, dan evaluasi kepuasan peserta. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil: Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 sebelum intervensi menjadi 93,8 setelah edukasi. Sebanyak 96,0% peserta memahami faktor risiko PTM, 94,0% memahami pola makan sehat, 92,0% memahami pentingnya aktivitas fisik, 90,0% berkomitmen melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, dan 96,0% menyatakan program sangat bermanfaat. Kesimpulan: Program edukasi promosi kesehatan berbasis Desa Sadar Sehat efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan komitmen masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular. Pendekatan pemberdayaan masyarakat perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung terbentuknya perilaku hidup sehat dan menurunkan faktor risiko PTM.
Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan pada Terapi Anti-Tuberkulosis Pediatrik Jenis dan Faktor Risiko Fika Rizqiyana; Amanda Fadilla Putri Narani; Rifqi Ferry Balfas
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 4 No 1 (2026): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v4i1.945

Abstract

Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (Adverse Drug Reactions/ADR) adalah respons negatif tubuh yang berbahaya atau tidak diharapkan terhadap obat. Pasien pediatri, dengan fungsi fisiologis yang belum matang, lebih rentan terhadap ADR sehingga memerlukan pemantauan ketat untuk menjamin keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, prevalensi, dan faktor yang berkontribusi terhadap ADR akibat penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada anak di RSUD dr. Soesilo. Penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan analisis 113 rekam medis (Januari–Desember 2024), di mana 42 memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square (α=0,05). Sampel terdiri dari 19 laki-laki (45%) dan 23 perempuan (55%), dengan mayoritas usia 1–5 tahun (55%). Pasien mengalami berbagai jenis ADR: penurunan nafsu makan (25%), gejala seperti flu (21%), demam (16%), muntah (9%), mual (4%), pruritus/ruam (3%), dan sebagian tidak mengalami ADR. Faktor yang signifikan adalah usia (ρ=0,047) dan lama pengobatan (ρ=0,018), sedangkan jenis OAT tidak signifikan. Disimpulkan bahwa ADR bervariasi, dengan penurunan nafsu makan paling sering, serta usia dan lama terapi berpengaruh signifikan terhadap kejadian ADR pada pasien anak TB.