Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Farmasi Universitas Bhamada Slawi Mengenai Bahaya Bahan kimia Pada Produk Kecantikan Tanpa Izin Edar BPOM Dina Syabrina lutfa; Fika Rizqiyana; Prihastini Setyo Wulandari; Endang Istriningsih
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i2.61

Abstract

The increasing use of beauty products among university students, especially females, raises concerns about the potential risks of harmful chemical ingredients, particularly in products lacking distribution authorization from Indonesia’s National Agency for Drug and Food Control (BPOM). As future healthcare professionals, pharmacy students are expected to possess strong knowledge and awareness about the safety of cosmetic products. This study aims to assess the level of knowledge and attitudes of pharmacy students at Universitas Bhamada Slawi regarding the dangers of chemical substances in unlicensed beauty products, and to analyze the relationship between the two variables. This descriptive quantitative research involved 246 pharmacy students selected using purposive sampling. Data were collected through a validated online questionnaire and analyzed using univariate analysis and the chi-square test. The findings revealed that 72.4% of students had an excellent level of knowledge, 26.4% had good knowledge, 0.8% fair, and 0.4% poor. Most respondents also showed a cautious and responsible attitude in selecting beauty products. Statistical analysis indicated a significant correlation between knowledge and attitude (p < 0.001), suggesting that students with higher knowledge levels are more selective in choosing safe cosmetic products. This study concludes that higher levels of knowledge significantly influence students’ awareness and behavior toward the use of safe, BPOM-approved beauty products. The results can serve as a foundation for further education and public health promotion related to cosmetic safety and regulation.
Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan pada Terapi Anti-Tuberkulosis Pediatrik Jenis dan Faktor Risiko Fika Rizqiyana; Amanda Fadilla Putri Narani; Rifqi Ferry Balfas
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 4 No 1 (2026): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v4i1.945

Abstract

Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (Adverse Drug Reactions/ADR) adalah respons negatif tubuh yang berbahaya atau tidak diharapkan terhadap obat. Pasien pediatri, dengan fungsi fisiologis yang belum matang, lebih rentan terhadap ADR sehingga memerlukan pemantauan ketat untuk menjamin keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, prevalensi, dan faktor yang berkontribusi terhadap ADR akibat penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada anak di RSUD dr. Soesilo. Penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan analisis 113 rekam medis (Januari–Desember 2024), di mana 42 memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square (α=0,05). Sampel terdiri dari 19 laki-laki (45%) dan 23 perempuan (55%), dengan mayoritas usia 1–5 tahun (55%). Pasien mengalami berbagai jenis ADR: penurunan nafsu makan (25%), gejala seperti flu (21%), demam (16%), muntah (9%), mual (4%), pruritus/ruam (3%), dan sebagian tidak mengalami ADR. Faktor yang signifikan adalah usia (ρ=0,047) dan lama pengobatan (ρ=0,018), sedangkan jenis OAT tidak signifikan. Disimpulkan bahwa ADR bervariasi, dengan penurunan nafsu makan paling sering, serta usia dan lama terapi berpengaruh signifikan terhadap kejadian ADR pada pasien anak TB.